10 Keunggulan dan Kekurangan POCO Pad M1, Tablet 12 Inci Rp4 Jutaan yang Semakin Kompetitif
Pelitadigital.com – POCO kembali meramaikan pasar tablet Indonesia lewat hadirnya POCO Pad M1. Perangkat ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibanding saudara serinya, namun tetap berbekal spesifikasi yang membuatnya cukup percaya diri di kelas harga Rp4 jutaan.
Dengan layar luas, performa stabil, serta baterai jumbo, POCO Pad M1 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat serbaguna untuk kerja dan hiburan. Meski begitu, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan sebelum menjatuhkan pilihan.
Berikut rangkuman keunggulan dan kekurangan POCO Pad M1 yang dapat membantu Anda menentukan apakah tablet ini sesuai untuk kebutuhan harian.
Keunggulan POCO Pad M1
1. Layar 12,1 Inci dengan Kualitas Visual Tajam
POCO Pad M1 membawa panel IPS LCD berukuran 12,1 inci dengan resolusi 2.5K. Ruang tampil yang lega membuat aktivitas membaca dokumen, multitasking, hingga menonton film terasa lebih nyaman.
Tampilan warnanya kaya berkat dukungan 1,07 miliar warna dan Dolby Vision. Kecerahan layar yang mencapai 600 nits juga membantu konten tetap mudah dilihat di ruangan terang. Selain itu, refresh rate 120 Hz memberi kesan halus saat menggulir halaman atau berpindah aplikasi.
2. Performa Stabil dari Snapdragon 7s Gen 4
Chipset Snapdragon 7s Gen 4 membawa efisiensi 4 nm dan konfigurasi octa-core yang mampu memberikan kinerja lancar untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam pengujian internal POCO, skor AnTuTu v11 mencapai lebih dari 1 juta poin, menandakan performanya cukup solid di kelas menengah. GPU Adreno 810 juga memberi dorongan performa saat bermain game populer seperti PUBG Mobile atau CODM, termasuk pada pengaturan grafis tinggi.
Dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, perpindahan aplikasi maupun penyimpanan file kerja terasa lebih fleksibel.
3. Baterai 12.000 mAh yang Tahan Lama
Daya tahan menjadi salah satu kekuatan utama tablet ini. Kapasitas 12.000 mAh membuat perangkat mampu digunakan hingga berjam-jam, termasuk untuk menonton video lebih dari 14 jam nonstop.
Ketahanan panjang ini membantu pengguna tetap produktif tanpa khawatir kehabisan daya di tengah aktivitas. Fitur reverse charging hingga 27W juga memungkinkan tablet dipakai sebagai sumber daya cadangan untuk perangkat lain.
4. Sistem Audio Kencang dengan Quad Speaker
Empat speaker yang ditempatkan simetris serta dukungan Dolby Atmos menciptakan pengalaman audio yang lebih luas dan detail.
Efek suara terasa lebih hidup saat menonton film atau bermain game. Optimalisasi audio dari HyperOS memberikan tambahan kontrol untuk menyesuaikan karakter suara sesuai kebutuhan.
5. Integrasi Ekosistem HyperOS yang Lebih Praktis
HyperOS 2 membawa sejumlah fitur yang membuat tablet ini mudah terhubung dengan perangkat lain di ekosistem Xiaomi atau POCO.
Fitur seperti Home Screen+, Shared Clipboard, hingga Network Sync memungkinkan pengguna menyalin teks antar perangkat, menampilkan layar HP di tablet, atau menghubungkan hotspot secara otomatis. Fungsi ini sangat membantu bagi pengguna yang sering bekerja lintas perangkat.
6. Desain Metal Unibody Premium
Meski menyasar segmen menengah, tampilan POCO Pad M1 terlihat meyakinkan berkat balutan bodi metal unibody. Dimensinya tetap ramping dengan ketebalan 7,5 mm, sementara bobot 610 gram terasa seimbang saat dipakai dalam posisi landscape.
Desain modul kamera yang lebih rapi juga memberi sentuhan modern dibanding generasi sebelumnya.
7. Mendukung Stylus dan Keyboard Resmi
Bagi pengguna yang sering mencatat atau mengolah dokumen, dukungan stylus POCO Focus Pen dan Keyboard Case menjadi nilai tambah.
Stylus memiliki sensitivitas tekanan dan tilt support untuk hasil goresan lebih natural, sementara keyboard dengan kedalaman tekan 1,3 mm membantu mengetik lebih nyaman layaknya laptop mini.
Kedua aksesori ini memang dijual terpisah, tetapi dapat meningkatkan fleksibilitas penggunaan tablet.
Kekurangan POCO Pad M1
1. Pengisian Daya 33W yang Kurang Cepat
Kapasitas baterai besar perlu diimbangi kemampuan pengisian yang lebih cepat. Sayangnya, POCO Pad M1 hanya mendukung fast charging 33W.
Untuk baterai 12.000 mAh, waktu isi daya bisa memakan 2–3 jam, sehingga pengguna disarankan mengisi daya saat malam hari agar siap digunakan pada pagi hari.
2. Tidak Dilengkapi Sensor Sidik Jari
Absennya sensor sidik jari membuat metode keamanan hanya mengandalkan Face Unlock berbasis kamera 2D. Selain tingkat keamanan yang lebih rendah, fitur ini kurang maksimal digunakan di kondisi cahaya redup.
Untuk aplikasi sensitif seperti mobile banking, pengguna tetap perlu memasukkan PIN secara manual.
3. Kamera Masih Standar
POCO Pad M1 menawarkan kamera belakang dan depan 8 MP. Kualitasnya memadai untuk kebutuhan dasar seperti video call atau memindai dokumen. Namun, untuk kebutuhan foto yang lebih serius, hasilnya terasa biasa saja, terutama pada kondisi kurang cahaya.
Tablet ini memang tidak dirancang sebagai perangkat fotografi, sehingga performa kameranya masih sebatas fungsional.
POCO Pad M1 hadir sebagai tablet kelas menengah yang membawa kombinasi fitur solid di harga Rp4 jutaan. Layar besar 12,1 inci, performa stabil dari Snapdragon 7s Gen 4, daya tahan baterai impresif, serta integrasi HyperOS menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Kendati demikian, beberapa hal seperti kecepatan pengisian daya, absennya sensor sidik jari, serta kamera standar perlu dipertimbangkan. Namun secara keseluruhan, perangkat ini tetap menarik bagi pengguna yang membutuhkan tablet berlayar besar dengan kemampuan multitasking nyaman dan durasi penggunaan panjang.
Jika Anda mencari tablet serbaguna untuk belajar, kerja, dan hiburan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, POCO Pad M1 layak masuk daftar pilihan.









