9 Model AI dari China yang Mengubah Peta Persaingan Teknologi Global
Pelitadigital.com – Perkembangan kecerdasan buatan memasuki babak baru. Jika sebelumnya dominasi inovasi banyak bertumpu pada perusahaan teknologi Amerika Serikat, kini perhatian dunia mulai bergeser. China, dengan ekosistem digital yang masif dan dukungan riset yang agresif, tampil sebagai salah satu negara yang paling cepat memajukan teknologi AI.
Dalam lima tahun terakhir, berbagai model kecerdasan buatan dari negeri Tirai Bambu tumbuh pesat—bukan hanya sebagai alternatif, tetapi penantang serius bagi teknologi yang selama ini memimpin pasar. Mulai dari model percakapan, agen otonom, hingga AI khusus industri, beragam inovasi muncul dari laboratorium teknologi China.
Tahun 2025 menjadi momentum penting, di mana sejumlah model AI dari China memperoleh sorotan internasional berkat kemampuan teknis yang matang, efisiensi biaya, hingga penerapannya yang luas. Berikut rangkuman sembilan model AI paling menonjol yang memperlihatkan bagaimana China berambisi memperkuat posisinya dalam persaingan global.
1. DeepSeek R1
DeepSeek R1 hadir dari sebuah startup di Hangzhou yang bergerak cepat dalam riset AI. Dengan memanfaatkan ribuan chip Nvidia H800, model ini dikembangkan dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan pesaingnya di Amerika. Menariknya, performanya mampu menyamai model-model canggih seperti GPT-4.
DeepSeek R1 mampu memahami konteks percakapan secara mendalam dan memproses data secara efisien. Penggunaannya di China banyak ditemukan pada kebutuhan chatbot layanan publik, analisis data, serta asisten virtual perusahaan.
2. Alibaba QwQ-32B
Langkah Alibaba membuka akses model QwQ-32B membuatnya cepat berkembang di kalangan pengembang. Model ini dirancang lebih ringan, sehingga mampu memberikan respons lebih cepat dengan konsumsi daya yang rendah.
Arsitektur yang ringkas menjadi daya tarik utama, selain keputusan Alibaba yang menjadikannya proyek open-source. Kebijakan ini membantu memperluas ekosistem pengembang dan turut mendongkrak performa bisnis Alibaba di tahun 2025.
3. Tencent Yuanbao
Tencent memanfaatkan ekosistem WeChat untuk memperkenalkan Yuanbao, chatbot yang langsung menarik jutaan pengguna. Integrasinya dengan fitur pencarian membuat Yuanbao menjadi lebih dari sekadar chatbot—ia berfungsi sebagai sarana informasi cepat bagi pengguna WeChat di seluruh China.
Dengan kemampuan belajar dari pola interaksi pengguna, Yuanbao terus menyempurnakan kualitas jawabannya sehingga makin relevan dalam berbagai aktivitas harian.
4. Manus AI
Berbeda dari chatbot generatif pada umumnya, Manus AI dikembangkan sebagai agen otonom. Model ini dapat menjalankan serangkaian tugas tanpa instruksi berulang.
Mulai dari membaca data pasar, merancang situs web, sampai membuat dokumen profesional, Manus AI memperlihatkan gambaran masa depan asisten digital yang mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
5. Baidu Ernie 4.5 dan Ernie X1
Baidu memperkuat portofolio AI-nya lewat Ernie 4.5 dan Ernie X1. Kedua model ini dirancang untuk menjadi alternatif yang lebih hemat biaya dibandingkan model Barat, sambil tetap menawarkan kemampuan pemrosesan bahasa alami yang kompetitif.
Fitur unggulan Ernie terletak pada kemampuannya memahami percakapan yang kompleks. Integrasi ke dalam layanan pencarian dan produk digital Baidu membuat model ini mendapatkan basis pengguna yang luas.
6. ByteDance Doubao
Sebagai perusahaan yang identik dengan video pendek dan platform kreatif, ByteDance merancang Doubao dengan keunggulan di bidang audio dan video. Tidak mengherankan jika Doubao dengan cepat menggeser Ernie Bot dalam jumlah unduhan di China.
Selain itu, strategi ByteDance mengembangkan chip AI sendiri memperlihatkan ambisi mereka untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi impor.
7. Moonshot AI: Kimi, Ohai, dan Noisee
Moonshot AI menghadirkan serangkaian model seperti Kimi, Ohai, dan Noisee. Kimi menjadi favorit karena kemampuannya menghasilkan percakapan yang alami, sedangkan Ohai dan Noisee dikembangkan khusus untuk analisis data.
Meski saat ini fokusnya masih pada pasar domestik, perusahaan ini mulai menyiapkan langkah untuk ekspansi global.
8. MiniMax Talkie
Talkie yang dikembangkan MiniMax menawarkan pendekatan percakapan berbasis karakter digital. Dengan jutaan pengguna aktif, Talkie menjadi salah satu chatbot hiburan paling populer.
Fitur interaktif yang menyerupai platform Character.ai membuatnya cocok untuk edukasi, hiburan, hingga interaksi kasual yang lebih personal.
9. iFlyTek Spark 3.0
iFlyTek dikenal sebagai perusahaan yang kuat di teknologi pengenalan suara. Model Spark 3.0 memperluas kapabilitas itu dengan kemampuan menerjemahkan bahasa, menghasilkan teks, dan menganalisis data.
Pemahaman mendalam terhadap bahasa Mandarin dan berbagai dialek menempatkan Spark 3.0 sebagai solusi utama bagi sektor bisnis dan akademik di China.
Kesimpulan
Munculnya beragam model AI dari China menunjukkan betapa cepatnya negara tersebut bergerak dalam riset dan pengembangan teknologi. Dengan modal pasar domestik yang besar, dukungan regulasi, dan inovasi yang agresif, China tidak hanya mengejar ketertinggalan mereka mulai menetapkan standar baru dalam persaingan global.
Mulai dari chatbot ringan hingga agen otonom, sembilan model AI di atas menggambarkan transformasi besar yang terjadi di industri kecerdasan buatan . Dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin peta persaingan AI dunia akan berubah semakin dinamis.













