Keunggulan dan Kekurangan Infinix XPAD Edge, Tablet Produktivitas Murah Pengganti Laptop?
Pelitadigital.com – Infinix kembali memperluas portofolio produknya dengan menghadirkan Infinix XPAD Edge pada awal 2026. Tablet ini menjadi langkah serius Infinix memasuki segmen tablet produktivitas berlayar besar yang ditujukan untuk pelajar, mahasiswa, hingga pekerja mobile.
Dijual dengan harga Rp4.599.000 untuk varian 8GB/256GB, Infinix XPAD Edge langsung menarik perhatian karena membawa konsep “tablet rasa laptop” lewat paket penjualan yang terbilang lengkap. Keyboard magnetik dengan trackpad serta stylus sudah termasuk di dalam boks, tanpa biaya tambahan.
Namun, di balik tawaran spesifikasi dan fitur tersebut, apakah Infinix XPAD Edge benar-benar mampu memenuhi kebutuhan produktivitas harian? Berikut ulasan keunggulan dan kekurangan Infinix XPAD Edge yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli.
Keunggulan Infinix XPAD Edge
1. Layar Besar 13,2 Inci dengan Rasio 3:2 yang Ramah Produktivitas
Salah satu daya tarik utama tablet ini terletak pada layar IPS LCD 13,2 inci beresolusi 2.4K (2400 x 1600 piksel). Infinix memilih rasio 3:2, bukan 16:9 seperti kebanyakan tablet lain.
Rasio tersebut memberi ruang vertikal lebih luas, sehingga nyaman untuk mengetik dokumen, membaca file panjang, hingga membuka dua aplikasi secara bersamaan. Aktivitas seperti mengedit Word, PowerPoint, atau browsing terasa lebih mendekati pengalaman laptop.
Layar ini juga telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free, sehingga relatif aman digunakan dalam durasi panjang. Dari sisi warna, cakupan 72 persen NTSC sudah memadai untuk konsumsi konten dan pekerjaan dokumen, meski belum ditujukan untuk kebutuhan editing profesional.
2. Paket Penjualan Sangat Lengkap, Siap Kerja Sejak Hari Pertama
Berbeda dengan banyak tablet di kelas harga serupa, Infinix XPAD Edge langsung dibekali keyboard case X Keyboard 20 dan stylus X Pencil 20 di dalam paket penjualan.
Keyboard magnetiknya dilengkapi trackpad, dapat dilepas, serta memiliki kickstand fleksibel. Menariknya, keyboard memiliki port USB-C sendiri untuk pengisian daya, sehingga tidak membebani baterai tablet.
Sementara itu, stylus X Pencil 20 mendukung 4096 level tekanan, latensi rendah, palm rejection, serta dilengkapi tombol fungsi. Stylus ini cukup mendukung aktivitas mencatat, menggambar sketsa, hingga brainstorming visual ringan.
3. Desain Tipis dan Ringan untuk Ukuran Tablet Layar Besar
Dengan ketebalan hanya 6,19 mm dan bobot sekitar 588 gram, Infinix XPAD Edge tergolong ramping untuk tablet berlayar 13 inci. Bodi berbahan logam unibody memberikan kesan premium sekaligus kokoh.
Desain minimalis dengan warna Celestial Ink terlihat profesional dan cocok untuk penggunaan formal. Tablet ini juga diklaim telah melewati sejumlah uji ketahanan, sehingga cukup andal untuk mobilitas harian meski tanpa sertifikasi IP resmi.
4. Fitur Multitasking ala PC
Infinix menyematkan fitur Parallel Windows yang memungkinkan pengguna membuka dua aplikasi sekaligus dalam mode split screen, bahkan dari aplikasi yang sama.
Dukungan layar besar dan rasio 3:2 membuat multitasking terasa lebih natural. Aktivitas seperti membuka dokumen dan browser secara bersamaan dapat dilakukan tanpa harus sering berpindah aplikasi.
Tablet ini juga mendukung fitur ekosistem seperti Phone Cast dan Seamless File Sharing untuk pengguna perangkat Infinix dan Tecno, yang berguna dalam alur kerja lintas perangkat.
5. Baterai Besar 8.000 mAh, Tahan Seharian
Kapasitas baterai 8.000 mAh menjadi nilai jual lain Infinix XPAD Edge. Dalam penggunaan campuran seperti mengetik dokumen, browsing, dan streaming video, tablet ini mampu bertahan hampir seharian penuh.
Efisiensi chipset Snapdragon 685 ikut berperan menjaga konsumsi daya tetap stabil. Tablet ini juga mendukung reverse wired charging, sehingga bisa difungsikan sebagai power bank darurat.
6. Audio Quad Speaker yang Kencang
Konfigurasi empat speaker dengan teknologi DTS Sound memberikan kualitas audio yang cukup memuaskan untuk kelasnya. Suara terdengar lantang, seimbang, dan tetap jelas meski volume dinaikkan tinggi.
Hal ini membuat tablet nyaman digunakan untuk menonton film, meeting online, hingga konsumsi konten multimedia tanpa perlu speaker tambahan.
7. Fitur Infinix AI untuk Mendukung Produktivitas
Infinix XPAD Edge dibekali fitur Infinix AI Folax yang menawarkan berbagai fungsi berbasis kecerdasan buatan, mulai dari penerjemahan layar, bantuan penulisan teks, hingga pengenalan konten di layar.
Fitur ini memang belum sekompleks AI di perangkat flagship, tetapi cukup membantu untuk tugas-tugas ringan seperti menulis singkat, memahami dokumen asing, atau membuat ilustrasi sederhana dari catatan.
8. Dukungan 4G LTE, Jarang Ada di Tablet Modern
Kehadiran slot nano SIM 4G LTE menjadi nilai tambah yang cukup signifikan. Tablet dapat digunakan di mana saja tanpa bergantung pada Wi-Fi atau hotspot ponsel.
Fitur ini sangat relevan bagi pengguna yang sering bekerja di luar ruangan, bepergian, atau membutuhkan koneksi stabil saat Wi-Fi tidak tersedia.
Kekurangan Infinix XPAD Edge
1. Performa Kurang Optimal di Harga Rp4 Jutaan
Chipset Qualcomm Snapdragon 685 lebih difokuskan pada efisiensi daya, bukan performa tinggi. Untuk aktivitas produktivitas ringan masih cukup, namun untuk aplikasi berat dan gaming, performanya terasa terbatas.
Game populer masih bisa dijalankan, tetapi harus menurunkan pengaturan grafis. Editing video dan multitasking berat juga menunjukkan jeda loading yang cukup terasa.
2. Pengisian Daya 18W Tergolong Lambat
Meski baterainya besar, dukungan fast charging 18W terasa kurang sepadan. Waktu pengisian dari kosong hingga penuh membutuhkan lebih dari dua jam, yang relatif lama untuk standar saat ini.
3. Refresh Rate Masih 60 Hz
Di saat banyak tablet modern sudah menggunakan refresh rate 90Hz atau 120Hz, Infinix XPAD Edge masih bertahan di 60Hz. Untuk kerja dan konsumsi konten memang cukup, tetapi kurang optimal bagi pengguna yang menginginkan scrolling lebih halus atau gaming dengan frame rate tinggi.
Kesimpulan
Infinix XPAD Edge hadir sebagai tablet produktivitas dengan nilai jual utama pada kelengkapan paket, layar besar, dan daya tahan baterai. Tablet ini sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran yang membutuhkan perangkat fleksibel dengan harga relatif terjangkau.
Namun, ada kompromi yang perlu diterima, terutama pada sisi performa chipset, kecepatan pengisian daya, dan refresh rate layar. Bagi pengguna yang fokus pada produktivitas dan mobilitas, Infinix XPAD Edge tetap menjadi opsi menarik. Sebaliknya, bagi gamer atau pengguna dengan kebutuhan performa tinggi, tablet ini mungkin bukan pilihan utama.
Dengan memahami keunggulan dan kekurangan Infinix XPAD Edge, calon pembeli dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.










