TARHIB RAMADAN 1447 H: BIKERSMU CHAPTER LUMAJANG JATIM MELAJU BERSAMA DAKWAH DI BUMI SEMERU DAMAI
Pelitadigital.com – Langkah pengabdian Bikersmu Chapter Lumajang seakan tak pernah berhenti. Dari waktu ke waktu, komunitas motor dakwah ini terus meneguhkan jati dirinya sebagai bagian dari gerakan sosial keumatan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Tidak sekadar touring dan silaturahmi, tetapi benar-benar menghadirkan makna melalui aksi nyata. Moto mereka, “Bikersmu… Melaju Bersama Dakwah”, bukan sekadar slogan, melainkan ruh yang menggerakkan setiap putaran roda dan deru mesin di setiap perjalanan.
Selama ini, Bikersmu Lumajang telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Mulai dari bakti sosial, santunan dhuafa, bedah rumah tidak layak huni, hingga menjadi relawan kebencanaan saat erupsi Gunung Semeru melanda Lumajang pada tahun 2020 dan 2021. Di saat banyak orang diliputi rasa cemas dan ketidakpastian, para anggota Bikersmu turun langsung membantu evakuasi, distribusi logistik, hingga mendirikan fasilitas darurat bagi warga terdampak. Jejak itu masih membekas kuat dalam ingatan, bukan hanya bagi para anggota, tetapi juga masyarakat yang merasakan kehadiran mereka.

Memasuki bulan Sya’ban tahun ini, semangat yang sama kembali menyala dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H. Pada hari Minggu, 15 Pebruari 2026, Bikersmu Lumajang menggelar kegiatan Tarhib Ramadan di kawasan relokasi Bumi Semeru Damai (BSD) Desa Sumbermujur, Lumajang. Kawasan seluas lebih dari 80 hektar ini menjadi rumah baru bagi ribuan warga penyintas erupsi. Di sanalah berdiri hunian tetap, fasilitas pendidikan, dan sarana ibadah yang dahulu dibangun dengan gotong royong berbagai elemen bangsa, termasuk kontribusi dari Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center.
Beberapa hari sebelum pelaksanaan, anggota Bikersmu telah berkoordinasi, mendata kebutuhan alat kebersihan, serta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Targetnya sederhana namun penuh makna: memastikan masjid Muhammadiyah di kawasan BSD bersih dan nyaman sebelum Ramadan tiba. Mereka ingin masyarakat bisa menyambut bulan suci dengan hati tenang, beribadah di tempat yang bersih, rapi, dan terawat.
Hari ini, rombongan motor memasuki kawasan relokasi dengan perasaan yang sulit diungkapkan. Sebagian dari mereka adalah relawan yang dulu ikut membangun masjid tersebut di tengah suasana darurat. Kini mereka datang bukan lagi dalam kondisi tanggap bencana, melainkan dalam suasana yang lebih teduh—membersihkan, merapikan, dan menata kembali rumah Allah yang telah berdiri kokoh menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial warga. Ada haru yang mengalir pelan, menyatu dengan canda dan tawa di sela-sela aktivitas menyapu, mengepel, membersihkan kaca jendela, hingga merapikan halaman masjid.
Keringat yang menetes pagi itu seakan menjadi saksi bahwa dakwah tak selalu harus di mimbar. Dakwah bisa hadir melalui sapu di tangan, melalui kain lap yang mengilapkan jendela, melalui kebersamaan yang tulus tanpa pamrih. Di ujung bulan Sya’ban ini, Bikersmu Lumajang kembali membuktikan bahwa persaudaraan dan kepedulian adalah bahan bakar utama perjalanan mereka.
Selama roda masih berputar dan hati tetap terpaut pada nilai-nilai kebaikan, Bikersmu akan terus melaju—bersama dakwah, bersama umat, dan bersama harapan menuju Ramadan yang lebih bermakna.











