Beranda Gadget Review Nubia Redmagic 11 Pro, HP Gaming dengan Liquid Cooling Komersial Pertama dan Skor AnTuTu 4 Juta+
Gadget

Review Nubia Redmagic 11 Pro, HP Gaming dengan Liquid Cooling Komersial Pertama dan Skor AnTuTu 4 Juta+

Gambar : Medcom

Pelitadigital.com – Pasar ponsel gaming kembali memanas pada 2026. Kali ini, sorotan tertuju pada Nubia Redmagic 11 Pro yang diklaim sebagai smartphone komersial pertama dengan sistem liquid cooling aktif. Bukan sekadar konsep pameran teknologi seperti OnePlus 11 Concept, perangkat ini benar-benar dijual bebas ke publik.

Tak hanya membawa inovasi pendingin cair, Redmagic 11 Pro juga langsung menempati posisi teratas benchmark AnTuTu dengan skor tembus 4 juta poin. Angka tersebut menjadikannya salah satu ponsel dengan performa paling agresif di kelasnya.

Desain Transparan dengan Liquid Cooling Aktif

Dari sisi tampilan, Redmagic 11 Pro tampil mencolok lewat back cover transparan dengan jalur cairan berwarna biru yang terlihat jelas. Nubia menyematkan pompa aktif di sudut bodi, memungkinkan cairan fluorinasi bersirkulasi mengelilingi komponen internal.

Cairan ini diklaim memiliki karakteristik khusus, seperti tidak menghantarkan listrik, tahan korosi, serta mampu mendistribusikan panas secara merata. Secara visual, efek gelembung cairan yang bergerak saat perangkat dimiringkan memberi kesan futuristis yang berbeda dari sistem LED RGB biasa.

Teknologi ini memanfaatkan saluran cairan super tipis yang membentang di dalam bodi. Tujuannya adalah menyerap panas dari area prosesor dan menyebarkannya ke permukaan perangkat agar suhu lebih stabil.

Seberapa Efektif Liquid Cooling?

Pertanyaan pentingnya, apakah sistem ini benar-benar memberi dampak signifikan?

Pengujian menggunakan skenario 3DMark dengan kombinasi kipas aktif dan liquid cooling aktif menunjukkan hasil yang tidak terlalu konsisten. Perbedaan performa antara kondisi pendingin aktif penuh dan nonaktif hanya berkisar sekitar 5 persen.

Dalam beberapa pengujian, selisih suhu antara mode liquid cooling hidup dan mati bahkan berada di rentang margin error. Artinya, secara teknis ada pengaruh, namun tidak ekstrem.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa Redmagic memang dikenal berani mendorong performa chipset hingga batas maksimal. Strategi ini berbeda dari beberapa kompetitor yang cenderung menahan performa demi menjaga suhu tetap rendah.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Vapor Chamber Raksasa

Di sektor dapur pacu, perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Nubia memadukannya dengan vapor chamber seluas 13.116 mm persegi, salah satu yang terbesar di kelas smartphone gaming.

Sebagai perbandingan, salah satu kompetitor seperti iQOO hanya menggunakan sistem pendingin dengan luasan sekitar 8.000 mm persegi pada model sekelasnya.

Hasil stress test 3DMark menunjukkan suhu Redmagic bisa menyentuh 53 derajat Celsius, lebih tinggi dibanding rival yang berada di kisaran 47 derajat. Namun sebagai gantinya, skor performa yang diraih Redmagic jauh lebih tinggi, menembus angka 8.100, sementara pesaing berada di kisaran 7.000.

Strateginya jelas: memaksimalkan output performa, meski suhu meningkat.

Menariknya, saat digunakan bermain game populer seperti Genshin Impact pada setelan grafis tertinggi 60 fps, suhu perangkat tetap terjaga di bawah 40 derajat Celsius, bahkan sempat berada di angka 37 derajat. Ini menunjukkan sistem manajemen performanya cukup adaptif dalam skenario gaming nyata.

Layar 144Hz dan Baterai 7.500 mAh

Untuk menunjang pengalaman bermain, Redmagic 11 Pro membawa layar 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz. Tanpa punch hole kamera di tengah layar, tampilan terasa lega dan imersif.

Baterai berkapasitas 7.500 mAh juga menjadi nilai jual utama. Kapasitas jumbo ini memungkinkan sesi gaming panjang tanpa sering mencari colokan.

Tak ketinggalan, kipas internal bawaan membantu sirkulasi udara tambahan ketika performa dipacu maksimal.

Gamepad Shadow Blade, Aksesori Serius untuk Gamer

Dalam paket spesial, pembeli akan mendapatkan Redmagic Gamepad Shadow Blade. Desainnya terinspirasi konsol modern dengan tata letak tombol yang familiar bagi gamer.

Trigger belakang tambahan memberi fleksibilitas kontrol, sementara grip ergonomis memastikan kenyamanan saat sesi bermain panjang. Kualitas build terasa solid dan tidak terkesan murahan, lengkap dengan efek LED saat pairing.

Kombinasi layar besar, speaker stereo, shoulder trigger sentuh, serta aksesori gamepad menjadikan perangkat ini benar-benar menyasar gamer hardcore.

Harga dan Segmentasi Pasar

Di Indonesia, paket spesial dibanderol sekitar Rp18 juta dari harga normal Rp20 juta untuk pembeli terbatas. Harga tersebut jelas menempatkannya di segmen premium.

Redmagic 11 Pro bukan perangkat untuk semua orang. Jika tidak tertarik pada eksperimen liquid cooling, desain transparan, atau performa benchmark ekstrem, ada banyak pilihan lain yang lebih rasional.

Namun bagi penggemar performa tanpa kompromi, skor AnTuTu 4 juta plus, sistem pendingin unik, serta pendekatan agresif terhadap performa menjadikan Nubia Redmagic 11 Pro salah satu HP gaming paling berani di 2026.

Perangkat ini bukan sekadar soal angka benchmark, melainkan simbol bagaimana sebuah brand berani tampil beda dan mendorong batas kemampuan smartphone gaming ke level yang lebih ekstrem.

Sebelumnya

Review Xiaomi Pad 7 Pro, Tablet Kencang Harga Rasional untuk Kerja dan Hiburan 2026

Selanjutnya

Cara Aktivasi Akun Coretax dan Validasi KO DJP

Pelita Digital