Galaxy A57 Kantongi TKDN 39,60 Persen, Sinyal Kuat Segera Rilis di Indonesia
Pelitadigital.com – Samsung semakin dekat membawa lini ponsel terbarunya ke pasar Indonesia. Galaxy A57 dipastikan telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebuah tahapan penting sebelum perangkat resmi dipasarkan di Tanah Air.
Berdasarkan penelusuran di laman Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian, perangkat dengan nomor model SM-A576B tercatat telah memenuhi nilai TKDN sebesar 39,60 persen. Angka tersebut telah melampaui ambang batas minimum yang dipersyaratkan, sehingga membuka jalan bagi Samsung untuk melanjutkan proses perizinan berikutnya.
Tidak hanya Galaxy A57, model lain yakni Galaxy A37 (SM-A376B) juga terdaftar dengan nilai TKDN yang sama. Biasanya, setelah sertifikasi ini terbit, perangkat tinggal menunggu izin edar dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebelum diumumkan secara resmi ke publik.
Lebih dari Sekadar Formalitas
Sertifikasi TKDN bukan hanya kewajiban regulasi. Bagi konsumen, kehadiran nama perangkat di daftar P3DN sering menjadi indikator awal bahwa peluncuran sudah semakin dekat. Artinya, siklus perilisan telah memasuki tahap akhir, termasuk kesiapan distribusi dan produksi massal.
Dengan kemunculan Galaxy A57 di database resmi pemerintah, pasar Indonesia diprediksi menjadi salah satu wilayah prioritas untuk lini Galaxy A terbaru tersebut.
Spesifikasi Galaxy A57: Performa dan Kamera Jadi Sorotan
Di atas kertas, Galaxy A57 membawa peningkatan yang cukup menarik dibanding generasi sebelumnya. Meski detail resmi belum diumumkan, sejumlah data sertifikasi dan pengujian memberikan gambaran yang cukup jelas.
Layar Super AMOLED 120Hz
Galaxy A57 dirumorkan mengusung layar Super AMOLED berukuran sekitar 6,6 hingga 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz. Perbedaan ukuran yang muncul dalam sejumlah dokumen kemungkinan terkait metode pengukuran atau perbedaan pasar.
Panel dengan refresh rate tinggi ini menjanjikan pengalaman visual yang lebih halus, baik saat scrolling media sosial maupun bermain gim.
Ditenagai Exynos 1689
Di sektor dapur pacu, Samsung membekali Galaxy A57 dengan chipset Exynos 1689 octa-core. Informasi ini sebelumnya terdeteksi dalam pengujian benchmark serta firmware internal.
Untuk mendukung kinerjanya, ponsel ini disebut hadir dengan konfigurasi RAM hingga 12GB dan memori internal mencapai 256GB. Kombinasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu perangkat kelas menengah yang siap menangani multitasking intensif.
Kamera 50MP dengan OIS, Siap Bersaing di Kelasnya
Samsung tampaknya tetap mempertahankan fokus pada sektor fotografi. Galaxy A57 disebut membawa konfigurasi tiga kamera belakang, dengan kamera utama 50MP yang sudah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS).
Sensor yang digunakan diduga berasal dari lini Sony IMX906 atau ISOCELL S5KGNJ, bergantung pada wilayah distribusi. Dua kamera lainnya masing-masing beresolusi 12MP dan 5MP, sementara kamera depan mengusung sensor 12MP.
Dengan OIS pada kamera utama, pengguna diharapkan mendapatkan hasil foto yang lebih stabil, terutama dalam kondisi minim cahaya atau saat merekam video.
Baterai 5.000mAh dan Fast Charging 45W
Untuk menunjang aktivitas harian, Galaxy A57 dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh dengan kapasitas rated 4.905mAh. Samsung juga tetap mempertahankan dukungan pengisian cepat 45W, yang sebelumnya telah terungkap melalui sertifikasi internasional.
Kombinasi ini menjadikan perangkat tetap kompetitif, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Android 16 dan Dukungan Update Jangka Panjang
Galaxy A57 diprediksi meluncur dengan Android 16 berbasis One UI 8 atau 8.5. Samsung juga diyakini akan melanjutkan komitmennya dalam pembaruan perangkat lunak jangka panjang hingga tujuh tahun, mengikuti pola dukungan pada seri sebelumnya.
Jika kebijakan ini benar diterapkan, Galaxy A57 berpotensi menjadi salah satu ponsel kelas menengah dengan siklus dukungan software terpanjang di pasaran.
Samsung Siapkan Galaxy S26 Series di Unpacked 2026
Sementara lini Galaxy A bersiap masuk pasar Indonesia, Samsung juga telah memastikan jadwal peluncuran generasi flagship terbarunya.
Acara Galaxy Unpacked 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari 2026 pukul 10.00 waktu setempat, atau 26 Februari 2026 pukul 01.00 WIB. Dalam ajang ini, Samsung akan memperkenalkan Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra.
Perusahaan menegaskan bahwa seri terbaru ini akan menghadirkan integrasi Galaxy AI sejak pertama kali perangkat digunakan, dengan fokus pada pengalaman yang lebih praktis dalam aktivitas harian.
Menariknya, tahun ini Samsung kembali memilih San Francisco sebagai lokasi peluncuran global.
Cara Menyaksikan dan Jadwal Preorder
Peluncuran Galaxy S26 series dapat disaksikan melalui situs resmi Samsung Indonesia serta kanal YouTube resmi perusahaan.
Tak hanya itu, Samsung juga akan langsung membuka masa preorder pada 26 Februari 2026 pukul 01.00 WIB, bertepatan dengan dimulainya acara Unpacked.
Kesimpulan
Kehadiran Galaxy A57 di daftar TKDN menjadi sinyal kuat bahwa peluncurannya di Indonesia tinggal menunggu waktu. Dengan kombinasi layar 120Hz, chipset Exynos terbaru, kamera 50MP ber-OIS, baterai besar, serta potensi dukungan software panjang, perangkat ini berpotensi menjadi opsi menarik di segmen menengah.
Di saat yang sama, Samsung juga bersiap meramaikan pasar flagship lewat Galaxy S26 series yang akan meluncur secara global akhir Februari 2026. Dua lini berbeda ini menunjukkan strategi Samsung yang konsisten dalam menjaga dominasi di berbagai kelas pasar.










