Galaxy XR Unjuk Gigi di CES 2026, Mixed Reality yang Dirancang untuk Aktivitas Nyata
Pelitadigital.com – Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 menjadi panggung penting bagi Samsung untuk memperlihatkan arah pengembangan teknologi imersif melalui Galaxy XR. Berbeda dari pendekatan yang sekadar menonjolkan kecanggihan visual, Samsung justru menekankan pengalaman penggunaan yang sederhana, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan nyata.
Melalui sesi demo terbatas, pengunjung tidak hanya melihat perangkat dari balik etalase, tetapi juga dapat mencoba langsung bagaimana Galaxy XR bekerja. Dari pengalaman tersebut, terlihat jelas bahwa Samsung ingin menjadikan mixed reality sebagai teknologi yang mudah diakses, bukan sekadar mainan futuristik.
Pendekatan Mixed Reality yang Lebih Kontekstual
Galaxy XR diposisikan sebagai perangkat mixed reality, teknologi yang memadukan dunia fisik dan digital secara bersamaan. Pengguna tetap menyadari lingkungan di sekitarnya, namun dapat berinteraksi dengan objek virtual yang tampil seolah hadir di ruang nyata.
Pendekatan ini membuat Galaxy XR berbeda dari perangkat virtual reality yang sepenuhnya menutup dunia nyata, maupun augmented reality yang hanya menambahkan elemen digital secara terbatas. Dengan mixed reality, interaksi terasa lebih kontekstual dan fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan.
Navigasi Berbasis Gestur yang Mudah Dipahami
Salah satu kekuatan Galaxy XR terletak pada sistem navigasi berbasis gestur tangan. Pengguna tidak perlu menghafal perintah rumit atau menggunakan banyak tombol fisik. Gerakan sederhana seperti mencubit, menggeser, hingga memperbesar tampilan dilakukan secara alami, menyerupai kebiasaan menggunakan ponsel atau tablet.
Proses adaptasi pun relatif singkat. Dalam waktu beberapa menit, pengguna sudah dapat menjelajahi menu, memutar objek virtual, dan berpindah fitur tanpa merasa kebingungan. Hal ini menunjukkan bahwa Samsung berusaha menyesuaikan teknologi dengan perilaku manusia, bukan sebaliknya.
Kenyamanan Jadi Fokus Utama
Masalah pusing dan mual kerap menjadi kendala pada perangkat imersif. Namun, dalam sesi penggunaan yang cukup lama, Galaxy XR menunjukkan performa yang stabil. Bobot headset terasa seimbang, tidak memberi tekanan berlebih pada kepala atau wajah, sehingga tetap nyaman digunakan dalam durasi panjang.
Dari sisi visual, Galaxy XR menghadirkan kualitas resolusi tinggi hingga 8K. Tampilan terlihat tajam dan halus, dengan transisi yang lembut sehingga mata tidak cepat lelah. Detail visual yang realistis membuat pengalaman terasa lebih hidup, terutama saat pengguna diajak “masuk” ke dalam konten tiga dimensi.
Edukasi, Bisnis, hingga Medis dalam Satu Perangkat
Samsung menampilkan beragam skenario penggunaan yang menegaskan bahwa Galaxy XR dirancang untuk lebih dari sekadar hiburan. Konten edukasi sains, misalnya, mampu mengubah topik kompleks seperti black hole menjadi pengalaman belajar yang lebih mudah dipahami melalui visual tiga dimensi.
Fitur eksplorasi lokasi berbasis Google Street View juga membuka peluang baru di bidang pariwisata dan pendidikan jarak jauh. Pengguna dapat berpindah tempat secara virtual, seolah melakukan perjalanan tanpa harus meninggalkan ruangan.
Di sisi lain, simulasi medis menunjukkan potensi Galaxy XR sebagai alat pelatihan profesional. Melalui simulasi pembedahan, pengguna dapat mempraktikkan prosedur medis secara interaktif. Ini menjadi gambaran bagaimana teknologi XR dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran berbasis praktik dengan risiko yang lebih minim.
Untuk kebutuhan industri dan bisnis, Galaxy XR juga memungkinkan simulasi desain ruang dalam skala mendekati nyata. Hal ini membantu proses perencanaan dan pengambilan keputusan sebelum proyek benar-benar direalisasikan.
Peran AI dalam Pengalaman yang Lebih Personal
Samsung turut mengintegrasikan Gemini AI sebagai lapisan kecerdasan dalam Galaxy XR. Kehadiran AI ini bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi membantu memahami konteks visual, menavigasi konten, dan menyesuaikan pengalaman sesuai kebutuhan pengguna.
Dengan dukungan AI, interaksi terasa lebih adaptif dan personal. Pengguna tidak hanya melihat konten, tetapi juga dibantu untuk memahami dan mengeksplorasinya secara lebih mendalam.
Bukan Sekadar Demonstrasi Teknologi
Dari keseluruhan pengalaman, Galaxy XR menunjukkan pendekatan yang lebih matang terhadap teknologi imersif. Samsung tidak hanya berusaha menciptakan efek “wow”, tetapi menghadirkan solusi yang berpotensi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika pengembangannya terus konsisten seperti yang ditunjukkan di CES 2026, Galaxy XR berpeluang keluar dari label teknologi niche. Perangkat ini dapat menjadi alat bantu untuk belajar, bekerja, berkreasi, hingga menikmati hiburan dengan cara yang lebih interaktif dan bermakna.
Galaxy XR bukan sekadar gambaran masa depan, tetapi langkah awal menuju teknologi mixed reality yang benar-benar fungsional dan dekat dengan kebutuhan manusia modern.










