Ganti Ban Belakang Motor Listrik Tak Sesederhana yang Dibayangkan, Ini Tantangan Teknisnya
Pelitadigital.com – Motor listrik sering dipersepsikan sebagai kendaraan dengan perawatan yang lebih praktis dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Minimnya komponen mesin membuat banyak orang beranggapan seluruh proses servis akan lebih mudah dan cepat. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama ketika pemilik harus mengganti ban belakang.
Di lapangan, proses bongkar pasang ban motor listrik justru menyimpan tantangan tersendiri. Sejumlah mekanik mengakui bahwa pengerjaan ban belakang motor listrik membutuhkan waktu lebih lama dan tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan motor konvensional.
Kompleksitas Tersembunyi di Balik Desain Motor Listrik
John Sebastian, pemilik toko Warung Ban di Depok, menjelaskan bahwa perbedaan paling mencolok terletak pada desain sistem penggerak. Pada motor listrik, khususnya yang menggunakan sistem hub drive, dinamo ditempatkan langsung di roda belakang. Konsekuensinya, roda tidak bisa dilepas begitu saja.
Berbeda dengan motor bensin yang umumnya hanya membutuhkan pelepasan mur dan as roda, motor listrik mengharuskan mekanik melepas sejumlah kabel yang terhubung ke dinamo dan kontroler. Setiap kabel harus dicopot secara berurutan agar roda bisa diturunkan dengan aman.
Menurut John, proses yang tampak sederhana dari luar ini sering kali memakan waktu hingga satu jam. Padahal, pada motor konvensional, bongkar pasang ban belakang bisa diselesaikan dalam hitungan belasan menit.
Risiko Kesalahan Pemasangan Kabel
Selain memakan waktu, pekerjaan ini juga memiliki risiko teknis yang tidak kecil. Setelah ban selesai diganti, seluruh kabel harus dipasang kembali dengan posisi yang tepat. Kesalahan kecil, seperti kabel yang tertukar atau pemasangan yang kurang kencang, dapat berdampak pada performa motor, bahkan membuat kendaraan tidak dapat digunakan.
Tantangan ini semakin besar pada beberapa motor listrik impor yang menggunakan kabel tanpa penanda warna. Tanpa kode yang jelas, mekanik dituntut mengandalkan pengalaman dan ingatan agar setiap sambungan kembali ke tempat semula.
Kondisi tersebut membuat tidak semua bengkel berani menerima servis ban motor listrik, khususnya untuk roda belakang. Dibutuhkan ketelitian ekstra serta pemahaman tentang sistem kelistrikan agar pekerjaan berjalan aman.
Perbedaan Penanganan Hub Drive dan Mid Drive
Tidak semua motor listrik memiliki tingkat kesulitan yang sama. Motor listrik dengan sistem mid drive relatif lebih mudah ditangani. Pada tipe ini, dinamo tidak menyatu dengan roda, melainkan menyalurkan tenaga melalui belt atau rantai.
Dengan konstruksi seperti itu, proses bongkar pasang ban belakang cenderung mirip dengan motor konvensional. Kabel yang harus dilepas lebih sedikit, sehingga risiko kesalahan pemasangan pun lebih rendah.
Sebaliknya, motor dengan hub drive memang membutuhkan perlakuan khusus, mulai dari pembongkaran bodi hingga penanganan roda yang lebih hati-hati karena bobot dinamo yang menyatu dengan velg.
Dampak pada Biaya Servis
Kerumitan teknis tersebut turut berpengaruh pada biaya yang harus dikeluarkan konsumen. John menyebutkan bahwa bengkel umumnya mengenakan tarif tambahan untuk bongkar pasang ban belakang motor listrik. Tambahan biaya ini bisa mencapai Rp 50.000 dibandingkan motor biasa.
Biaya tersebut dinilai wajar karena pengerjaan membutuhkan tenaga lebih besar dan waktu yang lebih panjang. Selain itu, mekanik juga harus memastikan seluruh komponen kelistrikan kembali terpasang dengan benar sebelum motor diserahkan ke pemilik.
Peralatan Khusus Jadi Faktor Penentu
Pengalaman serupa disampaikan Robith Wakhyudin, pemilik bengkel LC Ban di Serpong. Ia menuturkan bahwa mesin pembuka ban sebenarnya masih bisa digunakan untuk motor listrik. Namun, diperlukan dudukan khusus yang lebih tinggi agar dinamo dan as roda dapat masuk secara sempurna.
Jika dudukan tidak sesuai, roda tidak akan terpasang dengan benar pada mesin, sehingga ban sulit dibuka. Hal ini menunjukkan bahwa selain keterampilan mekanik, kesiapan peralatan juga menjadi faktor penting dalam menangani motor listrik.
Perlu Edukasi bagi Pemilik Motor Listrik
Melihat berbagai tantangan tersebut, pemilik motor listrik perlu memahami bahwa perawatan kendaraan ramah lingkungan ini tidak selalu lebih mudah di semua aspek. Khusus untuk penggantian ban belakang, memilih bengkel yang berpengalaman dan memahami karakter motor listrik menjadi langkah penting untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Dengan pemahaman yang tepat, konsumen dapat lebih siap menghadapi kebutuhan servis motor listrik sekaligus memastikan kendaraannya tetap aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.













