Lebih Cepat dari Roket? Ini Performa Ekstrem Tesla Roadster Generasi Terbaru
Pelitadigital.com – Tesla Roadster generasi kedua menjadi sorotan setelah diperkenalkan dengan klaim performa ekstrem. Mobil listrik sport besutan Tesla tersebut diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 96 km/jam hanya dalam 0,81 detik. Selain menawarkan akselerasi sangat cepat, Roadster terbaru juga dibekali teknologi pendorong yang membuatnya mampu melakukan manuver layaknya roket.
Peluncuran Tesla Roadster berlangsung melalui demonstrasi di pusat uji coba SpaceX di McGregor, Texas. Dalam acara tersebut, mobil listrik ini memperlihatkan sejumlah aksi akrobatik, termasuk melintasi jalur melengkung dan berbalik dengan bantuan sistem pendorong.
Dilansir CarExpert, CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa Roadster terbaru memiliki kemampuan akselerasi yang jauh melampaui klaim awal ketika mobil tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2017.
Saat itu, Tesla menjanjikan akselerasi 0-96 km/jam dalam waktu 1,9 detik. Namun, dalam demonstrasi terbaru, angka tersebut diklaim berhasil dipangkas menjadi hanya 0,81 detik.
Tesla Roadster Terbaru Punya Akselerasi Ekstrem
Performa akselerasi menjadi salah satu daya tarik utama Tesla Roadster generasi kedua. Dengan klaim waktu 0,81 detik untuk mencapai 96 km/jam dari posisi diam, mobil ini menawarkan kemampuan yang jauh melampaui mobil sport konvensional.
Meski demikian, angka tersebut perlu dipahami sebagai klaim performa yang ditampilkan dalam demonstrasi. Hasil pengujian independen diperlukan untuk memastikan kemampuan akselerasi tersebut dalam kondisi operasional yang dapat diverifikasi.
Tidak hanya mengandalkan akselerasi, Roadster juga dirancang untuk mencapai kecepatan maksimum yang sangat tinggi. Tesla sebelumnya menyebut angka 370 km/jam, sedangkan Elon Musk mengungkapkan ambisi agar mobil tersebut mampu mencapai setengah kecepatan suara atau Mach 0,5.
Kecepatan Mach 0,5 diperkirakan setara dengan 617 km/jam dalam kondisi tertentu. Namun, target tersebut merupakan klaim performa yang berbeda dari angka kecepatan maksimum 370 km/jam yang sebelumnya disebutkan.
Perbedaan antara angka yang telah diklaim dan target yang ingin dicapai ini menunjukkan bahwa performa akhir Roadster masih menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Teknologi Pendorong SpaceX Bikin Roadster Bisa Melayang
Salah satu fitur paling mencolok dari Tesla Roadster terbaru adalah penggunaan sistem pendorong yang terinspirasi dari teknologi SpaceX. Sistem tersebut memanfaatkan tangki udara terkompresi bertekanan sangat tinggi untuk menghasilkan daya dorong.
Dalam demonstrasi, teknologi ini memungkinkan Roadster melakukan manuver ekstrem pada jalur melengkung dan berbalik tanpa terjatuh. Efeknya membuat mobil terlihat seperti melayang atau bergerak layaknya roket.
Tesla mengklaim sistem pendorong tersebut mampu menghasilkan daya dorong lebih dari 80 kilonewton (kN). Angka ini menjadi bagian penting dari pendekatan Tesla untuk meningkatkan kemampuan akselerasi dan manuver kendaraan.
Namun, penggunaan teknologi pendorong juga menghadirkan tantangan tersendiri. Penerapan sistem bertekanan tinggi pada kendaraan jalan raya membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan, pengendalian, dan regulasi.
Karena itu, kemampuan melakukan demonstrasi ekstrem belum secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh fitur tersebut dapat digunakan secara bebas dalam kondisi berkendara sehari-hari.
Kipas Hisap Bikin Tesla Roadster Mampu Menempel ke Jalan
Selain sistem pendorong, Tesla Roadster varian tertinggi juga disebut memiliki sistem kipas hisap yang dirancang untuk meningkatkan daya tekan kendaraan ke permukaan jalan.
Teknologi ini mengingatkan pada konsep mobil balap Formula 1 BT46B yang dikembangkan pada era 1970-an. Mobil tersebut dikenal menggunakan kipas untuk menghasilkan efek hisap sehingga meningkatkan daya tekan ke permukaan lintasan.
Pada Roadster, sistem kipas ditempatkan di bagian bawah kendaraan dan bekerja dalam mode Track. Sistem tersebut juga dapat menurunkan suspensi untuk mendukung karakteristik berkendara di lintasan.
Wakil Presiden Teknik Tesla, Lars Moravy, menyebut sistem hisap tersebut mampu menghasilkan gaya hingga 2G. Menurutnya, kemampuan itu menjadi bagian dari teknologi yang memungkinkan mobil melakukan manuver ekstrem, termasuk aksi terbalik yang diperlihatkan dalam demonstrasi.
Kombinasi sistem kipas dan teknologi pendorong dari SpaceX menunjukkan bahwa Tesla tidak hanya mengandalkan tenaga penggerak listrik untuk mengejar performa. Perusahaan tersebut juga mencoba memanfaatkan teknologi tambahan guna meningkatkan kemampuan kendaraan dalam berakselerasi dan menikung.
Meski demikian, penerapan teknologi seperti ini pada mobil produksi massal masih perlu dinilai dari sisi keandalan, kebutuhan perawatan, dan keselamatan pengguna.
Tesla Roadster Diklaim Bisa Memecahkan Rekor Lintasan
Elon Musk menyatakan bahwa Roadster terbaru dirancang untuk memecahkan berbagai rekor lintasan, baik dalam hal akselerasi maupun kemampuan menikung.
Tesla juga menegaskan bahwa kendaraan tersebut tetap dirancang sebagai mobil yang dapat digunakan di jalan raya. Musk bahkan menyebut Roadster sebagai salah satu mobil yang secara teknis masih akan dikemudikan secara manual dalam jajaran produk Tesla.
Meski demikian, Musk mengakui bahwa kendaraan tersebut belum tentu memenuhi ketentuan legalitas di semua wilayah hukum. Pernyataan ini menunjukkan bahwa spesifikasi ekstrem Roadster berpotensi menghadirkan tantangan ketika diterapkan di luar lingkungan pengujian.
Fitur pendorong bertekanan tinggi, kemampuan manuver ekstrem, dan sistem kipas hisap merupakan teknologi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas di jalan umum.
Dengan demikian, daya tarik Roadster tidak hanya terletak pada angka akselerasi, tetapi juga pada bagaimana Tesla menerjemahkan teknologi eksperimental menjadi kendaraan yang aman dan memenuhi regulasi.
Harga dan Uang Muka Tesla Roadster Terbaru
Tesla belum mengumumkan harga resmi Roadster generasi kedua. Meski demikian, pemesanan telah dibuka dengan skema uang muka yang nilainya cukup besar, termasuk di Malaysia.
Berdasarkan informasi yang disebutkan dalam sumber, calon pembeli di Malaysia perlu membayar uang muka awal sebesar 21.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp92 juta. Uang tersebut dapat dikembalikan sepenuhnya.
Sepuluh hari setelah pembayaran pertama, calon pembeli yang memilih varian Performance diwajibkan membayar tambahan 182.000 ringgit Malaysia. Dengan demikian, total uang pemesanan untuk varian ini mencapai 203.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp897 juta.
Sementara itu, peminat varian Thrust harus menyiapkan dana tambahan sebesar 988.000 ringgit Malaysia dalam jangka waktu yang sama setelah pembayaran awal.
Jika digabungkan dengan uang muka pertama, total uang pemesanan varian Thrust mencapai 1,009 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp4,4 miliar.
Tesla juga membatasi pemesanan hanya satu unit untuk setiap pembeli. Besarnya uang pemesanan tersebut memperlihatkan bahwa Roadster diposisikan sebagai kendaraan listrik sport berperforma tinggi dengan segmen pasar yang sangat terbatas.
Namun, angka tersebut merupakan uang pemesanan yang disebutkan untuk pasar Malaysia, bukan harga jual resmi kendaraan. Harga akhir, jadwal pengiriman, dan ketersediaan Roadster di berbagai negara masih perlu menunggu pengumuman resmi Tesla.
Tesla Roadster Terbaru Jadi Ujian Teknologi Mobil Listrik
Tesla Roadster generasi kedua menawarkan konsep yang berbeda dari mobil listrik pada umumnya. Selain mengandalkan akselerasi ekstrem, kendaraan ini menggabungkan teknologi pendorong, sistem kipas hisap, dan kemampuan menikung yang diklaim mampu memecahkan rekor lintasan.
Kombinasi tersebut memperlihatkan ambisi Tesla untuk membawa teknologi kendaraan listrik ke tingkat performa yang lebih tinggi. Namun, klaim akselerasi 0,81 detik, target kecepatan Mach 0,5, dan kemampuan manuver ekstrem tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian independen maupun spesifikasi final kendaraan produksi.
Belum adanya harga resmi juga membuat calon pembeli belum dapat menghitung keseluruhan biaya kepemilikan secara pasti. Di sisi lain, persoalan legalitas di berbagai wilayah menjadi faktor penting yang dapat menentukan sejauh mana teknologi Roadster bisa digunakan di jalan raya.
Pada akhirnya, keberhasilan Tesla Roadster tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat mobil ini berakselerasi atau seberapa ekstrem aksinya dalam demonstrasi. Kemampuan menghadirkan performa tinggi yang aman, dapat diandalkan, dan sesuai regulasi akan menjadi faktor penting bagi realisasi mobil sport listrik tersebut.
Baca Juga :










