NexPhone Hadirkan Konsep Ponsel Tiga Sistem Operasi, Perluas Fungsi Smartphone Jadi Komputer Serbaguna
Pelitadigital.com – Industri teknologi kembali diramaikan oleh terobosan dari perusahaan asal Amerika Serikat. Nex Computer, perusahaan berbasis di Los Angeles, resmi memperkenalkan NexPhone, sebuah ponsel pintar yang dirancang untuk menjalankan tiga sistem operasi berbeda dalam satu perangkat.
Berbeda dari smartphone pada umumnya, NexPhone tidak hanya mengandalkan Android sebagai sistem utama. Perangkat ini dikembangkan agar mampu mengakses lingkungan Linux Debian dan Windows 11 berbasis ARM, sehingga menghadirkan pengalaman komputasi yang jauh lebih luas dari sekadar ponsel konvensional.
Menyatukan Ponsel, Linux, dan Windows dalam Satu Perangkat
NexPhone pada dasarnya berjalan menggunakan Android 16 sebagai sistem utama. Namun, pengguna diberikan fleksibilitas untuk menjalankan Linux secara on-demand serta melakukan dual-boot Windows 11. Dengan pendekatan ini, NexPhone memungkinkan pengguna berpindah dari pengalaman mobile ke komputasi desktop tanpa harus berganti perangkat.
Ketiga sistem operasi tersebut dapat diakses langsung melalui layar ponsel. Meski begitu, Nex menegaskan bahwa pengalaman terbaik akan dirasakan saat NexPhone dihubungkan ke monitor eksternal, keyboard, dan mouse. Dalam kondisi tersebut, NexPhone diklaim mampu berfungsi layaknya komputer desktop atau laptop.
Dikembangkan Lebih dari Satu Dekade
CEO sekaligus pendiri Nex Computer, Emre Kosmaz, menyebut NexPhone sebagai realisasi dari ide yang telah ia kembangkan selama 14 tahun. Konsep awal perangkat ini sudah diperkenalkan sejak 2012, jauh sebelum tren ponsel multifungsi berkembang seperti saat ini.
Pada versi terbarunya, NexPhone hadir dengan desain rugged yang ditujukan untuk daya tahan lebih baik, menyesuaikan target pengguna yang mengandalkan perangkat ini untuk produktivitas dan mobilitas tinggi.
Spesifikasi Fokus Produktivitas, Bukan Flagship
Dari sisi dapur pacu, NexPhone ditenagai chipset Qualcomm QCM6490 yang dipadukan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal hingga 256 GB. Layarnya berukuran 6,58 inci dengan refresh rate 120 Hz, cukup untuk menunjang aktivitas multitasking dan penggunaan antarmuka desktop.
Fitur pendukung lain yang disematkan meliputi konektivitas 5G, wireless charging, dukungan output video, slot microSD, serta kamera utama 64 MP dengan sensor Sony IMX787. Nex menegaskan bahwa spesifikasi tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan kerja dan komputasi, bukan untuk bersaing langsung dengan ponsel flagship kelas atas.
Antarmuka Khusus untuk Windows di Layar Ponsel
Agar Windows 11 dapat digunakan secara nyaman di layar kecil, Nex mengembangkan antarmuka khusus yang terinspirasi dari desain Windows Phone. Pendekatan ini ditujukan untuk mempermudah navigasi dan penggunaan aplikasi Windows dalam mode sentuh.
Meski demikian, NexPhone diposisikan untuk menunjukkan potensi maksimalnya saat digunakan sebagai perangkat komputasi dengan layar eksternal. Dalam skenario ini, ponsel berfungsi sebagai otak utama, sementara monitor dan aksesori berperan sebagai perangkat pendukung.
Melanjutkan Konsep Phone-as-PC
NexPhone bukanlah produk pertama Nex yang mengusung konsep ponsel sebagai komputer. Sebelumnya, perusahaan ini telah merilis NexDock, sebuah lapdock berukuran 14 inci yang memungkinkan ponsel digunakan layaknya laptop.
Menurut Kosmaz, NexPhone membawa konsep phone-as-PC ke tingkat yang lebih fleksibel dan praktis karena seluruh kemampuan komputasi tertanam langsung di dalam ponsel.
“NexPhone adalah perangkat yang ingin saya wujudkan selama 14 tahun: ponsel yang bisa menjadi mesin Linux, PC Windows, dan perangkat Android sehari-hari,” ujar Kosmaz.
Harga dan Jadwal Pengiriman
Saat ini, Nex telah membuka pemesanan NexPhone dengan sistem deposit sebesar USD 200. Harga penuh perangkat ini diperkirakan berada di kisaran USD 550, belum termasuk pajak dan biaya pengiriman. NexPhone dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada kuartal ketiga tahun ini.
Dengan pendekatan unik yang menggabungkan tiga ekosistem sekaligus, NexPhone berpotensi menarik perhatian pengguna profesional, pengembang, hingga penggemar teknologi yang membutuhkan perangkat serbaguna dalam satu genggaman.










