Review Nothing Ear (3), Desain Ikonik Dipertahankan, Performa Makin Matang
Pelitadigital.com – Nothing kembali menghadirkan gebrakan di pasar true wireless stereo (TWS) lewat Nothing Ear (3). Sejak generasi awal, brand Nothing memang dikenal berani tampil beda dengan desain transparan yang menjadi identitas kuat. Kini, pertanyaannya bukan lagi soal tampilan, melainkan sejauh mana peningkatan performa yang ditawarkan generasi terbarunya.
Pengujian penggunaan selama lebih dari satu bulan—mulai dari mendengarkan musik, menonton video, hingga melakukan panggilan telepon—memberikan gambaran yang cukup komprehensif. Perangkat ini diuji menggunakan Vivo X300 Pro dengan codec LDAC serta iPhone 17 Pro yang terintegrasi dengan Apple Music.
Desain Transparan yang Jadi Identitas
Nothing masih konsisten mempertahankan DNA desain transparan yang memperlihatkan sebagian komponen internal earbuds. Pendekatan ini bukan sekadar estetika, tetapi juga strategi diferensiasi di tengah pasar TWS yang cenderung homogen.
Casing-nya memang terasa sedikit lebih besar dan berat dibandingkan kompetitor, namun material plastik transparan yang digunakan tetap terasa solid dan premium. Ini memberikan kesan bahwa desain unik tersebut tetap diimbangi dengan kualitas build yang baik.
Pada bagian earbuds, desain stem dibuat cukup ramping dengan tambahan indikator warna untuk membedakan sisi kiri dan kanan. Detail kecil ini terbukti membantu dalam penggunaan sehari-hari, terutama saat menyimpan kembali ke dalam casing.
Dari sisi kenyamanan, Nothing Ear (3) cukup bersahabat untuk penggunaan jangka panjang. Bentuknya stabil di telinga saat digunakan berjalan atau beraktivitas ringan, meskipun faktor ergonomi tetap bergantung pada bentuk telinga masing-masing pengguna.
Performa ANC dan Mikrofon yang Kompetitif
Masuk ke sektor performa, fitur Active Noise Cancellation (ANC) pada Nothing Ear (3) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bahkan tanpa mengaktifkan ANC, eartip silikon sudah mampu memberikan isolasi pasif yang cukup baik.
Ketika ANC diaktifkan, earbuds ini mampu meredam suara frekuensi rendah seperti kebisingan kendaraan atau percakapan di sekitar. Pengujian di lingkungan kafe menunjukkan bahwa suara ambient dapat ditekan sehingga pengalaman mendengarkan musik tetap nyaman tanpa gangguan berarti.
Mode transparency juga tersedia untuk pengguna yang ingin tetap sadar terhadap lingkungan sekitar. Meski performanya cukup baik, hasilnya masih belum sepenuhnya natural jika dibandingkan dengan TWS premium kelas atas.
Di sisi lain, kualitas mikrofon menjadi salah satu keunggulan utama. Suara saat panggilan terdengar jernih, dengan kemampuan meredam noise latar yang efektif tanpa membuat suara terdengar terlalu diproses.
Fitur Super Mic: Solusi Unik di Kelasnya
Salah satu inovasi menarik yang dihadirkan adalah fitur Super Mic. Berbeda dari TWS pada umumnya, mikrofon ini ditempatkan langsung di dalam casing. Dengan menekan tombol khusus “TALK”, pengguna dapat mengaktifkan fitur peredam kebisingan hingga 95 dB.
Dalam praktiknya, fitur ini terbukti sangat membantu, terutama saat berada di tempat ramai seperti pusat perbelanjaan atau area publik. Suara pengguna tetap terdengar jelas tanpa harus berteriak atau mencari tempat yang lebih sepi.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Desain
Nothing Ear (3) bukan hanya mempertahankan desain ikonik, tetapi juga membawa peningkatan nyata dari sisi performa. ANC yang semakin efektif, kualitas mikrofon yang mumpuni, serta inovasi seperti Super Mic menjadikannya salah satu TWS yang layak dipertimbangkan di kelasnya.
Bagi pengguna yang mencari earbuds dengan karakter desain kuat tanpa mengorbankan performa, Nothing Ear (3) menawarkan paket yang cukup lengkap. Ini bukan sekadar produk gaya, tetapi juga perangkat audio yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik.











