Beranda Otomotif Tips Berkendara di Jalan Berkelok Supaya Perjalanan Libur Nataru Lebih Nyaman
Otomotif

Tips Berkendara di Jalan Berkelok Supaya Perjalanan Libur Nataru Lebih Nyaman

Gambar : Freepik

Pelitadigital.com – Libur Natal dan Tahun Baru kerap menjadi momen favorit masyarakat untuk bepergian jarak jauh, baik untuk mudik maupun berwisata. Namun, perjalanan panjang sering kali menghadirkan tantangan tersendiri, terutama ketika pengemudi harus melewati jalur berkelok dengan banyak tikungan. Kondisi ini tidak hanya menguji keterampilan pengemudi, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan penumpang.

Jalan berliku yang dilalui dengan teknik mengemudi kurang tepat dapat memicu rasa tidak nyaman, bahkan mabuk perjalanan. Oleh karena itu, pengemudi dituntut untuk lebih memahami cara berkendara yang aman, halus, dan terkontrol agar perjalanan tetap menyenangkan bagi seluruh penumpang.

Memahami Karakter Tikungan Jadi Langkah Awal

Setiap tikungan memiliki karakter yang berbeda. Ada tikungan landai, tajam, hingga kombinasi tikungan beruntun yang membutuhkan konsentrasi penuh. Pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menekankan bahwa pengemudi perlu membaca kondisi jalan sebelum masuk tikungan.

Menurutnya, kesalahan umum yang kerap terjadi adalah perubahan kecepatan secara tiba-tiba saat kendaraan sudah berada di tikungan. Hal ini tidak hanya mengganggu keseimbangan mobil, tetapi juga membuat penumpang merasakan hentakan yang memicu mual.

“Keselarasan antara kecepatan, posisi kendaraan, dan sudut belok menjadi faktor utama dalam berkendara aman di jalan berkelok,” ujarnya dikutip dari Kompas.

Teknik Mengemudi Halus untuk Jaga Stabilitas

Salah satu prinsip penting dalam berkendara di tikungan adalah menghindari gerakan mendadak, baik pada pedal gas, rem, maupun setir. Belokan setir dengan sudut minimal akan membantu kendaraan tetap stabil dan mudah dikendalikan.

Sony juga menyarankan pengemudi menerapkan pola manuver yang terencana, yakni masuk tikungan dengan posisi yang tepat dan keluar dengan arah yang sudah dipersiapkan. Teknik ini membantu menjaga ritme kendaraan tetap halus sehingga penumpang tidak merasakan guncangan berlebihan.

Selain meningkatkan kenyamanan, teknik mengemudi yang stabil juga meminimalkan risiko kendaraan kehilangan traksi, terutama di jalan yang licin atau padat lalu lintas saat musim liburan.

Manfaat Ganda, Aman dan Hemat Kendaraan

Penerapan teknik mengemudi defensif tidak hanya berdampak pada keselamatan penumpang. Cara berkendara yang terkontrol turut menjaga kondisi komponen kendaraan, seperti ban dan sistem kemudi, agar tidak cepat aus.

Di sisi lain, pola berkendara yang stabil juga berkontribusi pada konsumsi bahan bakar yang lebih terjaga. Dengan kecepatan yang konsisten dan minim pengereman mendadak, mesin bekerja lebih optimal sepanjang perjalanan.

“Keselamatan di jalan bukan semata-mata soal terhindar dari kecelakaan, tetapi juga bagaimana membuat perjalanan terasa nyaman dan tidak melelahkan,” kata Sony.

Kunci Perjalanan Nyaman di Jalan Berkelok

Menghadapi jalur berliku saat libur panjang memang membutuhkan kesiapan ekstra. Dengan memahami karakter jalan, menjaga kestabilan kecepatan, serta menghindari manuver mendadak, pengemudi dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Penguasaan teknik mengemudi yang tepat menjadi investasi penting, bukan hanya untuk menekan risiko mabuk perjalanan, tetapi juga untuk menjaga keselamatan dan kualitas perjalanan secara keseluruhan. Terlebih di momen liburan, kenyamanan penumpang adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Sebelumnya

Spesifikasi dan Harga HMD Dub Series, TWS Baru dengan ANC dan Baterai Hingga 70 Jam

Selanjutnya

Xiaomi 17 Ultra Resmi Meluncur, Andalkan Layar Datar dan Kamera Leica

Pelita Digital