Beranda Tips & Trik 8 Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Penyadapan di 2026, Wajib Diketahui Pengguna
Tips & Trik

8 Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Penyadapan di 2026, Wajib Diketahui Pengguna

Gambar : Kapan Lagi

Pelitadigital.comAplikasi pesan instan WhatsApp menjadi salah satu layanan komunikasi paling populer di dunia. Jutaan orang memanfaatkannya setiap hari untuk bertukar pesan, melakukan panggilan suara, hingga mengirim foto dan dokumen penting.

Namun popularitas tersebut juga membuat WhatsApp menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan digital. Berbagai laporan keamanan menunjukkan bahwa kasus pembajakan akun sering terjadi melalui teknik manipulasi pengguna, seperti phishing atau permintaan kode verifikasi palsu.

Padahal, WhatsApp telah menyediakan sejumlah fitur keamanan untuk menjaga privasi percakapan pengguna. Platform ini menerapkan sistem end-to-end encryption, yang memastikan pesan, panggilan, serta file yang dikirim hanya dapat diakses oleh pengirim dan penerima.

Meski begitu, perlindungan maksimal hanya bisa didapat jika pengguna mengaktifkan pengaturan keamanan yang tersedia. Berikut sejumlah langkah penting yang dapat dilakukan untuk menjaga akun WhatsApp tetap aman dari penyadapan pada tahun 2026.

Mengapa Akun WhatsApp Bisa Diretas?

Sebagian besar kasus peretasan WhatsApp sebenarnya bukan terjadi karena sistem keamanan aplikasi lemah. Banyak insiden justru dipicu oleh kelalaian pengguna sendiri.

Beberapa modus yang sering terjadi antara lain pelaku berpura-pura menjadi teman, keluarga, atau bahkan pihak layanan resmi untuk meminta kode verifikasi enam digit yang dikirim melalui SMS. Jika kode tersebut diberikan, pelaku dapat dengan mudah mendaftarkan akun korban di perangkat lain.

Oleh karena itu, memahami fitur keamanan yang tersedia di WhatsApp menjadi langkah penting untuk menghindari risiko pembajakan akun.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Fitur Two-Step Verification memberikan lapisan perlindungan tambahan dengan meminta pengguna memasukkan PIN enam digit saat mencoba masuk ke akun.

Dengan adanya PIN ini, peretas tidak akan bisa mengakses akun meskipun mereka berhasil memperoleh kode verifikasi SMS.

Cara mengaktifkannya cukup mudah:

Pengaturan → Account → Two-Step Verification → Aktifkan.

2. Jangan Pernah Membagikan Kode Verifikasi

Kode enam digit yang dikirim WhatsApp melalui SMS merupakan kunci utama untuk login ke akun. Kode ini bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun.

WhatsApp sendiri menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta kode verifikasi kepada pengguna, bahkan jika seseorang mengaku sebagai petugas dukungan teknis.

3. Manfaatkan Fitur Chat Lock

WhatsApp menyediakan fitur Chat Lock yang memungkinkan pengguna mengunci percakapan tertentu menggunakan sidik jari, Face ID, atau kode keamanan.

Fitur ini sangat berguna untuk melindungi chat penting agar tidak bisa dibuka oleh orang lain meskipun mereka memegang ponsel Anda.

4. Aktifkan Silence Unknown Callers

Panggilan dari nomor yang tidak dikenal sering dimanfaatkan pelaku penipuan untuk mencoba menghubungi korban.

Dengan mengaktifkan fitur Silence Unknown Callers, panggilan dari nomor asing akan otomatis dibisukan sehingga dapat mengurangi gangguan sekaligus potensi penipuan.

5. Rutin Mengecek Perangkat yang Terhubung

WhatsApp kini memungkinkan satu akun digunakan di beberapa perangkat sekaligus melalui fitur Linked Devices.

Meski praktis, pengguna perlu rutin memeriksa daftar perangkat yang terhubung. Jika terdapat perangkat yang tidak dikenali, segera lakukan logout untuk mencegah akses tidak sah.

6. Gunakan Backup Chat yang Terenkripsi

Cadangan percakapan WhatsApp biasanya disimpan di layanan cloud. Untuk meningkatkan keamanan, pengguna dapat mengaktifkan end-to-end encrypted backup.

Dengan fitur ini, data cadangan hanya dapat dibuka menggunakan kata sandi atau kunci enkripsi yang dimiliki pengguna.

7. Aktifkan Pesan yang Menghilang

Fitur Disappearing Messages memungkinkan pesan terhapus secara otomatis setelah jangka waktu tertentu.

Selain membantu menjaga privasi, fitur ini juga dapat mengurangi risiko kebocoran informasi jika perangkat jatuh ke tangan orang lain.

8. Blokir dan Laporkan Kontak yang Mencurigakan

Jika menerima pesan yang terasa mencurigakan, seperti permintaan uang atau kode verifikasi, sebaiknya segera blokir dan laporkan akun tersebut melalui aplikasi.

Langkah ini tidak hanya melindungi pengguna, tetapi juga membantu WhatsApp mengidentifikasi dan menindak akun yang terlibat dalam aktivitas penipuan.

Fitur Keamanan WhatsApp Terus Berkembang

Seiring meningkatnya ancaman digital, WhatsApp terus memperbarui sistem keamanannya. Berbagai peningkatan dilakukan untuk melindungi privasi pengguna, termasuk kontrol privasi yang lebih detail serta perlindungan khusus bagi akun berisiko tinggi seperti milik jurnalis atau tokoh publik.

Meski teknologi keamanan terus diperbarui, faktor paling penting tetap berasal dari kesadaran pengguna dalam menjaga akun mereka sendiri.

Dengan menerapkan delapan langkah di atas, risiko penyadapan atau pembajakan akun WhatsApp dapat ditekan secara signifikan sehingga aktivitas komunikasi tetap aman dan nyaman.

Sebelumnya

7 HP Kamera AI Terbaru 2026, Fotografi Mobile Makin Canggih Berkat Teknologi AI

Pelita Digital