Cara Mengecek Busi Pijar Diesel yang Bermasalah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah
Pelitadigital.com – Busi pijar atau glow plug menjadi salah satu komponen penting pada mesin diesel, terutama saat kendaraan dinyalakan dalam kondisi dingin. Komponen ini berfungsi membantu proses pemanasan ruang bakar agar mesin lebih mudah hidup ketika distarter.
Namun, seiring pemakaian, busi pijar dapat mengalami penurunan performa hingga rusak. Gejalanya pun cukup mudah dikenali, mulai dari mesin sulit dihidupkan, muncul asap berlebih dari knalpot, hingga performa mesin terasa kurang stabil saat awal dinyalakan.
Kabar baiknya, pengecekan busi pijar sebenarnya dapat dilakukan sendiri tanpa harus langsung membawa kendaraan ke bengkel. Dengan bantuan multimeter atau pengisi daya baterai, pemilik mobil diesel bisa mengetahui kondisi busi pijar secara mandiri.
Berikut panduan lengkap cara mengetes busi pijar diesel yang rusak dengan aman dan mudah.
Fungsi Busi Pijar pada Mesin Diesel
Berbeda dengan mesin bensin yang menggunakan busi untuk memantik api, mesin diesel mengandalkan tekanan kompresi tinggi untuk menghasilkan pembakaran. Saat suhu mesin dingin, proses pembakaran sering kali tidak optimal.
Di sinilah peran busi pijar dibutuhkan. Komponen ini membantu meningkatkan temperatur di ruang bakar sehingga campuran udara dan bahan bakar lebih cepat terbakar ketika mesin distarter.
Jika busi pijar bermasalah, mesin diesel biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk hidup, terutama pada pagi hari atau saat cuaca dingin.
Tanda-Tanda Busi Pijar Mulai Rusak
Sebelum melakukan pengecekan, kenali beberapa gejala umum busi pijar yang mulai mengalami kerusakan:
- Mesin diesel sulit dinyalakan
- Starter terasa lebih berat dari biasanya
- Muncul asap putih dari knalpot saat awal mesin hidup
- Konsumsi bahan bakar terasa lebih boros
- Mesin bergetar saat baru dinyalakan
- Lampu indikator glow plug menyala terus
Apabila beberapa tanda di atas muncul, ada kemungkinan salah satu atau seluruh busi pijar mengalami gangguan.
Cara Mengetes Busi Pijar Menggunakan Multimeter Tanpa Dilepas
Metode pertama cukup praktis karena busi pijar tidak perlu dilepas dari mesin.
1. Siapkan Multimeter
Gunakan multimeter digital agar hasil pembacaan lebih mudah terlihat. Alat ini digunakan untuk mengukur hambatan listrik atau resistansi pada busi pijar.
2. Atur Multimeter ke Mode Ohm
Putar kenop multimeter ke simbol Ohm (Ω). Pengaturan ini dipakai untuk mengukur nilai hambatan listrik pada busi pijar.
3. Cek Hambatan Awal Multimeter
Tempelkan probe merah dan hitam hingga saling bersentuhan. Catat angka yang muncul karena nilai tersebut akan menjadi hambatan bawaan alat.
4. Periksa Tegangan Aki
Sebelum mengetes busi pijar, pastikan kondisi aki dalam keadaan baik.
Tegangan aki normal biasanya berada di kisaran:
- Sekitar 12,5 Volt saat mesin mati
- Mendekati 13 Volt saat mesin hidup
Jika tegangan terlalu rendah, hasil pengecekan busi pijar bisa kurang akurat.
5. Temukan Posisi Busi Pijar
Lokasi busi pijar tiap kendaraan diesel berbeda-beda. Anda bisa melihat buku manual kendaraan untuk mengetahui letaknya secara tepat.
6. Lepas Konektor Busi Pijar
Buka penutup atau konektor busi pijar agar probe multimeter dapat menyentuh bagian terminalnya.
Sekalian periksa apakah terdapat korosi atau kotoran pada konektor.
7. Sambungkan Probe ke Ground Mesin
Jepit kabel hitam multimeter ke bagian ground mesin atau baut yang terhubung langsung dengan bodi mesin.
8. Tempelkan Probe Positif ke Busi Pijar
Tempelkan probe merah ke bagian ujung busi pijar.
9. Lihat Nilai Hambatan
Busi pijar yang masih bagus umumnya memiliki hambatan sekitar 0,6 hingga 2 Ohm.
Kurangi hasil pembacaan dengan hambatan bawaan multimeter sebelumnya untuk mendapatkan nilai sebenarnya.
Sebagai contoh:
- Hambatan busi pijar: 0,9 Ohm
- Hambatan multimeter: 0,2 Ohm
- Nilai sebenarnya: 0,7 Ohm
Jika salah satu busi memiliki nilai jauh berbeda dibanding busi lainnya, komponen tersebut kemungkinan mulai rusak.
Cara Mengetes Busi Pijar Setelah Dilepas
Selain dites di dalam mesin, busi pijar juga dapat diperiksa setelah dilepas.
1. Lepaskan Busi Pijar
Lepas busi pijar secara hati-hati saat mesin dalam kondisi hangat agar proses pembongkaran lebih mudah.
2. Setel Multimeter ke Ohm
Gunakan rentang pengukuran sekitar 200 hingga 1000 Ohm.
3. Ukur Hambatan Busi
Tempelkan probe hitam ke bagian mur busi pijar dan probe merah ke ujung busi.
4. Analisa Hasil Pengukuran
Nilai normal busi pijar biasanya berada di kisaran 0,1 sampai 2 Ohm.
Jika angka terlalu tinggi atau bahkan tidak terbaca, busi pijar kemungkinan sudah mati dan perlu diganti.
Cara Mengetes Busi Pijar dengan Pengisi Daya Baterai
Metode berikut cukup populer karena hasilnya mudah diamati secara langsung.
1. Gunakan Charger Baterai 10–12 Ampere
Arus listrik pada rentang tersebut dinilai cukup aman untuk mengetes busi pijar.
2. Hubungkan Kabel Negatif
Pasang kabel negatif charger ke badan busi pijar.
3. Sambungkan Kabel Positif
Tempelkan kabel positif ke ujung busi pijar.
4. Amati Reaksi Busi
Busi pijar yang masih baik akan memerah atau berpijar dalam beberapa detik.
Sebaliknya, jika tidak muncul pijaran sama sekali, besar kemungkinan busi sudah rusak.
Hindari menyambungkan arus terlalu lama karena dapat merusak busi pijar yang sebenarnya masih bagus.
Apakah Harus Mengganti Semua Busi Pijar?
Banyak mekanik menyarankan penggantian seluruh busi pijar sekaligus, meskipun hanya satu yang rusak.
Alasannya, busi pijar bekerja secara bersamaan. Jika ada satu komponen dengan performa berbeda, proses pemanasan ruang bakar bisa menjadi tidak merata dan memengaruhi kinerja mesin diesel.
Selain itu, usia pakai busi pijar umumnya relatif sama. Mengganti satu per satu justru berpotensi membuat pemilik kendaraan lebih sering melakukan bongkar pasang mesin.
Tips Aman Saat Mengecek Busi Pijar
Agar proses pengecekan berjalan aman dan hasilnya akurat, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung
- Pastikan kendaraan dalam posisi aman
- Jangan menyentuh bagian logam saat ada aliran listrik
- Bersihkan konektor yang berkarat
- Gunakan multimeter digital agar hasil lebih presisi
- Lepas busi pijar saat mesin masih hangat supaya lebih mudah dibongkar
Kesimpulan
Busi pijar memiliki peran penting dalam membantu mesin diesel menyala dengan optimal, terutama saat suhu dingin. Ketika komponen ini bermasalah, kendaraan biasanya sulit distarter dan mengeluarkan asap berlebih.
Untungnya, pengecekan busi pijar dapat dilakukan sendiri menggunakan multimeter maupun pengisi daya baterai. Dengan mengetahui nilai hambatan dan kondisi pijaran busi, pemilik kendaraan bisa mendeteksi kerusakan lebih cepat sebelum berdampak pada performa mesin secara keseluruhan.











