Otomotif

Penggantian Baterai Denza Z9 GT Tembus Rp 176 Juta, Ini yang Membuatnya Dianggap Murah

Gambar :Kompas

Pelitadigital.com – Industri mobil listrik selama ini identik dengan biaya perawatan yang lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar konvensional. Namun di balik efisiensi tersebut, ada satu hal yang masih menjadi kekhawatiran banyak pemilik kendaraan listrik, yakni mahalnya biaya penggantian baterai ketika terjadi kerusakan.

Kekhawatiran itu kembali menjadi sorotan setelah seorang pemilik Denza Z9 GT di China membagikan pengalaman terkait biaya penggantian baterai mobil listrik premium miliknya. Menariknya, nominal yang muncul justru memancing perdebatan karena dianggap relatif murah untuk ukuran kendaraan listrik kelas atas.

Kerusakan Bagian Bawah Mobil Berujung Ganti Baterai

Insiden bermula ketika bagian bawah mobil atau undercarriage Denza Z9 GT mengalami kerusakan akibat benturan. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada paket baterai utama yang digunakan kendaraan.

Mobil listrik premium dari sub-brand BYD itu memakai baterai Blade Battery 2.0 berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas besar mencapai 122,5 kWh. Setelah dilakukan pemeriksaan, pemilik kendaraan mendapatkan estimasi biaya penggantian baterai sekitar 78.700 yuan atau setara Rp 176 jutaan.

Angka tersebut hanya mencakup harga unit baterai dari diler resmi Denza. Artinya, biaya pemasangan, penggantian komponen pendukung, hingga jasa teknisi belum termasuk dalam perhitungan tersebut.

Meski terdengar fantastis, banyak pengamat otomotif di China justru menilai nominal tersebut cukup kompetitif untuk mobil listrik premium dengan kapasitas baterai besar.

Harga Baterai Hanya Sekitar 21 Persen dari Harga Mobil

Denza Z9 GT sendiri diposisikan sebagai mobil listrik premium bergaya Grand Tourer (GT). Di pasar China, model ini dijual mulai 269.800 yuan hingga 369.800 yuan atau sekitar Rp 604 juta sampai Rp 827 jutaan.

Jika dibandingkan dengan harga kendaraan secara keseluruhan, biaya penggantian baterainya ternyata hanya sekitar 21 persen dari nilai mobil. Persentase tersebut dianggap rendah untuk kendaraan listrik premium.

Bila dihitung lebih detail, biaya baterai Denza Z9 GT berada di kisaran 642 yuan atau sekitar Rp 1,4 jutaan per kWh. Angka itu menunjukkan bagaimana BYD mulai mampu menekan biaya produksi baterai berkat skala manufaktur yang sangat besar.

Situasi ini berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika biaya baterai EV bisa menyumbang hampir separuh harga kendaraan.

Teknologi Blade Battery Jadi Kunci Efisiensi

Salah satu faktor yang membuat biaya baterai Denza cukup kompetitif adalah penggunaan teknologi Blade Battery milik BYD.

Teknologi ini dikenal memiliki efisiensi ruang yang lebih baik, tingkat keamanan tinggi, dan biaya produksi yang lebih rendah dibanding baterai konvensional. Selain itu, baterai LFP juga terkenal lebih tahan panas dan memiliki umur pakai panjang.

BYD saat ini menjadi salah satu pemain terbesar industri baterai kendaraan listrik dunia. Berdasarkan data China EV Datatracker, perusahaan tersebut berada di posisi kedua dalam hal instalasi baterai EV, tepat di bawah CATL.

Dominasi produksi inilah yang membuat BYD memiliki keuntungan besar dalam menekan ongkos produksi sekaligus menjaga harga jual kendaraan tetap kompetitif.

Pengisian Super Cepat Jadi Nilai Tambah

Selain kapasitas baterai besar, Denza Z9 GT juga membawa teknologi pengisian cepat terbaru milik BYD.

Mobil ini mendukung fitur Flash Charging yang diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena mampu memangkas waktu tunggu pengisian baterai secara signifikan.

Untuk varian tertinggi, Denza Z9 GT bahkan disebut mampu menempuh jarak hingga 1.036 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian di China.

Kasus Denza N7 Justru Lebih Mahal

Menariknya, biaya penggantian baterai Denza Z9 GT ternyata masih lebih murah dibanding model Denza lainnya.

Seorang pemilik Denza N7 turut membagikan nota penggantian baterai kendaraan miliknya yang memiliki kapasitas 91 kWh. Total biaya penggantian tercatat mencapai 84.290 yuan atau sekitar Rp 188 jutaan.

Padahal secara kapasitas, baterai Denza N7 lebih kecil dibanding Denza Z9 GT. Beruntung bagi pemilik kendaraan, seluruh biaya tersebut ditanggung oleh garansi pabrikan.

Denza N7 sendiri merupakan SUV listrik medium dengan harga jual sekitar Rp 581 juta hingga Rp 648 jutaan. Jika dibandingkan, biaya baterainya mencapai hampir 29 persen dari harga kendaraan.

Harga Baterai EV Diprediksi Terus Turun

Fenomena ini menunjukkan bahwa biaya baterai kendaraan listrik mulai bergerak ke arah yang lebih terjangkau. Produksi massal, peningkatan teknologi, serta persaingan industri membuat harga baterai perlahan mengalami penurunan.

Bagi konsumen, kondisi tersebut menjadi kabar positif karena salah satu kekhawatiran terbesar dalam kepemilikan mobil listrik perlahan mulai terjawab.

Meski demikian, biaya penggantian baterai tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan calon pembeli EV, terutama untuk kendaraan premium dengan kapasitas baterai besar.

Sebelumnya

Cara Ambil Foto dan Lokasi Pencuri iPhone Secara Otomatis, Bisa Dilacak Diam-Diam

Pelita Digital