Gadget

Commodore Callback 8020 Resmi Hadir, HP Lipat Unik yang Sengaja Tidak Bisa Buka Media Sosial

Sumber Gambar : Popline

Pelitadigital.com – Nama Commodore mungkin lebih dikenal sebagai produsen komputer legendaris Commodore 64 (C64) yang populer pada era 1980-an. Kini perusahaan tersebut kembali menarik perhatian dunia teknologi dengan memperkenalkan perangkat terbaru bernama Commodore Callback 8020.

Menariknya, perangkat ini hadir bukan untuk bersaing sebagai smartphone modern pada umumnya. Sebaliknya, Commodore justru menawarkan pendekatan berbeda melalui sebuah ponsel lipat yang sengaja dirancang tanpa akses ke media sosial maupun browser internet.

Langkah ini menjadi terobosan unik di tengah tren penggunaan smartphone yang semakin erat dengan aktivitas media sosial sehari-hari.

Fokus pada Produktivitas dan Kehidupan Nyata

Callback 8020 dibangun dengan filosofi yang berbeda dibanding mayoritas smartphone saat ini. Commodore menilai banyak pengguna ingin mengurangi kebiasaan scrolling tanpa henti yang sering menghabiskan waktu.

Karena alasan tersebut, perusahaan memutuskan untuk memblokir akses ke berbagai platform media sosial langsung pada tingkat sistem operasi. Artinya, pengguna tidak hanya tidak menemukan aplikasi media sosial bawaan, tetapi juga tidak dapat menginstal maupun mengakses layanan tersebut.

Aplikasi populer seperti Instagram, TikTok, Facebook, X, hingga layanan e-mail tidak dapat digunakan pada perangkat ini.

Konsep tersebut menjadikan Callback 8020 sebagai perangkat yang ditujukan bagi pengguna yang ingin tetap terhubung secara digital tanpa terganggu oleh notifikasi dan aktivitas media sosial yang berlebihan.

Menggunakan Sailfish OS yang Telah Dimodifikasi

Untuk mendukung konsep tersebut, Commodore membekali Callback 8020 dengan Sailfish OS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh perusahaan asal Finlandia, Jolla.

Namun, sistem operasi ini tidak digunakan dalam kondisi standar. Commodore melakukan sejumlah modifikasi khusus dengan menonaktifkan browser internet, aplikasi media sosial, serta klien e-mail langsung dari level sistem.

Pendekatan ini membuat pembatasan menjadi lebih permanen dibanding sekadar menggunakan aplikasi kontrol orang tua atau mode fokus yang tersedia pada smartphone biasa.

Tetap Bisa Menjalankan Ribuan Aplikasi Android

Meski tidak mendukung media sosial, Callback 8020 bukanlah ponsel yang sepenuhnya terbatas.

Commodore menyematkan lapisan kompatibilitas yang memungkinkan perangkat menjalankan sebagian besar aplikasi Android. Perusahaan bahkan mengklaim lebih dari 99 persen aplikasi Android tetap dapat berfungsi dengan baik.

Dengan demikian, pengguna masih dapat memanfaatkan berbagai aplikasi penting seperti:

  • WhatsApp
  • Signal
  • Spotify
  • Google Maps
  • Aplikasi produktivitas
  • Beragam aplikasi utilitas lainnya

CEO Commodore, Peri Fractic, menyebut perangkat ini sebagai “not dumb phone”, karena tetap menghadirkan fungsi-fungsi utama smartphone modern tanpa membawa gangguan dari media sosial.

Desain Retro yang Mengingatkan Era Awal 2000-an

Salah satu daya tarik utama Callback 8020 terletak pada desainnya yang mengusung nuansa nostalgia.

Ponsel ini menggunakan model lipat klasik yang mengingatkan pada perangkat populer di era awal tahun 2000-an atau yang sering disebut sebagai era Y2K.

Pendekatan desain tersebut menjadi kombinasi menarik antara teknologi modern dan estetika perangkat lawas yang kini kembali diminati banyak pengguna.

Spesifikasi Commodore Callback 8020

Walaupun tampil dengan desain retro, spesifikasi yang ditawarkan cukup kompetitif untuk kebutuhan sehari-hari.

Layar

Callback 8020 hadir dengan dua layar yang memiliki fungsi berbeda:

  • Layar utama IPS 3,25 inci
  • Resolusi 480 x 640 piksel
  • Layar sekunder monokrom 1,77 inci pada bagian luar

Kehadiran layar eksternal memungkinkan pengguna melihat informasi penting tanpa perlu membuka perangkat.

Performa

Untuk urusan performa, Commodore mempercayakan dapur pacunya kepada:

  • Chipset MediaTek Helio G81
  • RAM 4 GB
  • Memori internal 64 GB

Pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan tambahan juga dapat memanfaatkan slot microSD.

Menariknya, Commodore menyertakan kartu microSD berkapasitas 32 GB langsung dalam paket penjualan.

Kamera

Di sektor fotografi, Callback 8020 dibekali:

  • Kamera belakang 48 MP
  • Sensor kamera Sony

Untuk memperkuat konsep nostalgia, Commodore juga menghadirkan mode perekaman video dengan tampilan khas camcorder retro yang mengingatkan pada kamera video era lama.

Fitur Tambahan

Selain spesifikasi utama, Callback 8020 juga menawarkan sejumlah fitur yang kini mulai jarang ditemukan pada smartphone modern, antara lain:

  • Jack audio 3,5 mm
  • Radio FM
  • DAC audio Hi-Res
  • Baterai yang dapat dilepas dan diganti sendiri

Fitur baterai removable menjadi nilai tambah tersendiri karena memberikan kemudahan dalam perawatan perangkat dalam jangka panjang.

Pilihan Warna Commodore Callback 8020

Commodore menyediakan lima pilihan warna dan edisi berbeda untuk perangkat ini, yaitu:

  • Basic Beige
  • ProtoPET White
  • SX Silver
  • Starlight Transparan
  • Founders Edition

Setiap varian hadir dengan karakter desain yang tetap mempertahankan identitas retro khas Callback 8020.

Harga Commodore Callback 8020

Commodore menawarkan perangkat ini dalam beberapa pilihan harga sesuai edisinya.

Varian Standar

  • Basic Beige: 499 dollar AS
  • ProtoPET White: 499 dollar AS
  • SX Silver: 499 dollar AS

Harga tersebut setara sekitar Rp 8,8 jutaan.

Varian Khusus

  • Starlight Edition: 549 dollar AS atau sekitar Rp 9,7 jutaan
  • Founders Edition: 639 dollar AS atau sekitar Rp 11,3 jutaan

Founders Edition menjadi model paling premium karena dilengkapi tombol ikonik “C” yang menggunakan lapisan emas.

Jadwal Pemesanan dan Ketersediaan

Commodore dijadwalkan mulai membuka pemesanan awal Callback 8020 pada 30 Juni 2026.

Sementara itu, pengiriman perangkat kepada konsumen direncanakan berlangsung pada kuartal keempat (Q4) 2026.

Dengan konsep yang berfokus pada pengurangan distraksi digital, Commodore Callback 8020 menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang ingin tetap menikmati fungsi smartphone tanpa terjebak dalam aktivitas media sosial yang berlebihan. Kehadirannya menunjukkan bahwa inovasi di industri ponsel tidak selalu harus menghadirkan lebih banyak fitur, tetapi juga dapat berupa upaya menyederhanakan pengalaman penggunaan teknologi.

 

Baca Juga:

Sebelumnya

10 Rekomendasi Donghua Reinkarnasi Dewa Terbaik, Penuh Aksi Fantasi dan Petualangan Epik

Selanjutnya

GMKtec Evo-X3 Siap Meluncur, Mini PC AI Bertenaga Ryzen AI Max+ 395 dengan Dukungan eGPU dan RAM Hingga 128GB

Pelita Digital