Kecerdasan Buatan

OpenAI Tahan Peluncuran GPT-5.6, Akses Publik Ditunda atas Permintaan Pemerintah AS

Sumber Gamabr : Medcom

Pelitadigital.com – OpenAI memperkenalkan GPT-5.6 sebagai model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim memiliki kemampuan paling tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Meski demikian, perusahaan belum membuka akses model tersebut untuk seluruh pengguna ChatGPT karena distribusinya masih dibatasi dalam skema limited preview.

Penundaan peluncuran secara luas ini bukan semata-mata keputusan internal perusahaan. Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui Gedung Putih, meminta agar GPT-5.6 hanya diberikan kepada sejumlah kecil mitra dan organisasi yang telah memperoleh persetujuan.

Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya perhatian terhadap kemampuan model AI generasi terbaru yang dinilai semakin canggih dan memiliki implikasi terhadap keamanan nasional. Berbagai laporan menyebutkan, GPT-5.6 dipandang memiliki kemampuan yang sebanding dengan Claude Mythos milik Anthropic, yang sebelumnya juga mendapat pembatasan akses dari pemerintah AS.

Hadir dalam Tiga Model Berbeda

OpenAI merancang GPT-5.6 dalam tiga varian untuk memenuhi kebutuhan penggunaan yang berbeda.

Model Sol diposisikan sebagai varian paling canggih dengan performa tertinggi. Sementara Terra dikembangkan sebagai model serbaguna untuk penggunaan umum, sedangkan Luna lebih difokuskan pada kecepatan pemrosesan dan efisiensi komputasi.

Pembagian tersebut disebut memiliki konsep serupa dengan keluarga model AI Anthropic yang terdiri atas Opus, Sonnet, dan Haiku.

Di antara ketiganya, GPT-5.6 Sol menjadi model yang paling menonjol karena dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks, mulai dari pemrograman, penelitian biologi, hingga keamanan siber.

Dua Fitur Baru Tingkatkan Kemampuan Penalaran

Selain peningkatan performa dasar, OpenAI juga memperkenalkan dua fitur tambahan khusus pada GPT-5.6 Sol.

Fitur pertama adalah Max Reasoning Effort, yang memungkinkan model menggunakan waktu lebih panjang untuk melakukan proses penalaran sehingga mampu menghasilkan jawaban yang lebih mendalam.

Sementara fitur kedua, Ultra Mode, memungkinkan AI memanfaatkan beberapa sub-agent secara bersamaan guna menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan proses yang lebih cepat.

Kombinasi kedua fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan AI dalam menangani pekerjaan yang membutuhkan analisis tingkat tinggi.

Diklaim Unggul di Coding, Biologi, dan Keamanan Siber

Dalam pengujian internal perusahaan, GPT-5.6 Sol mencatat skor 91,9 persen pada benchmark TerminalBench 2.1 yang digunakan untuk menguji kemampuan pemrograman berbasis command line.

Menurut OpenAI, capaian tersebut melampaui performa GPT-5.5 maupun Claude Mythos 5.

Tidak hanya pada bidang pemrograman, peningkatan juga diklaim terjadi dalam riset biologi. GPT-5.6 Sol disebut mampu menghasilkan analisis genomik yang lebih baik dibandingkan GPT-5.5 dengan kebutuhan token yang lebih sedikit.

Pada sektor keamanan siber, model ini juga dikatakan lebih efektif membantu peneliti mengidentifikasi sekaligus memperbaiki celah keamanan secara lebih efisien dibandingkan generasi sebelumnya.

OpenAI Tambahkan Sistem Keamanan Berlapis

Seiring meningkatnya kemampuan model AI, aspek keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan GPT-5.6.

OpenAI menyebut model terbarunya telah dibekali sistem perlindungan berlapis (layered safeguards) untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan.

Perlindungan tersebut mencakup upaya menghadapi teknik jailbreak, yaitu metode yang digunakan untuk memanipulasi AI agar melampaui batasan keamanan yang telah ditetapkan.

Selain itu, GPT-5.6 juga telah melalui pengujian terhadap berbagai skenario serangan di dunia nyata guna memastikan sistem pertahanannya mampu menghadapi beragam potensi ancaman.

Distribusi Masih Bertahap

Hingga saat ini, GPT-5.6 belum dapat digunakan oleh seluruh pengguna ChatGPT.

OpenAI menyatakan model tersebut baru diberikan kepada “sekelompok mitra dan organisasi tepercaya.”

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah memperoleh pemberitahuan mengenai rencana peluncuran beserta kemampuan GPT-5.6 sebelum model tersebut diperkenalkan.

Atas permintaan pemerintah, proses distribusi dilakukan secara bertahap melalui mekanisme limited preview.

Sam Altman Sebut Persetujuan Dilakukan Satu per Satu

CEO OpenAI, Sam Altman, dalam memo internal kepada karyawan menjelaskan bahwa akses terhadap GPT-5.6 saat ini masih bergantung pada persetujuan pemerintah AS terhadap masing-masing pelanggan.

“Kami telah menjelaskan kepada pemerintah AS bahwa ini bukan model jangka panjang yang kami ingin gunakan.”

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri lainnya untuk menciptakan pendekatan yang lebih berkelanjutan bagi peluncuran model-model AI berikutnya,” tambah Altman.

Pemerintah AS juga menyatakan akan terus berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan AI terdepan untuk menyusun pendekatan bersama dalam menghadapi tantangan pengembangan model AI yang semakin maju.

OpenAI Berharap Segera Dibuka untuk Publik

Meski mengikuti mekanisme persetujuan pemerintah, OpenAI mengakui pendekatan tersebut bukan solusi ideal dalam jangka panjang karena dapat memperlambat adopsi teknologi AI terbaru oleh masyarakat luas.

Perusahaan berharap GPT-5.6 Sol, Terra, dan Luna dapat tersedia secara lebih luas dalam beberapa pekan mendatang setelah pemerintah AS bersama pelaku industri AI menyepakati kerangka peluncuran bagi model AI generasi berikutnya.

Sumber : Kompas Tekno

Sebelumnya

7 Fakta Avatar Yangchen, Avatar Pengembara Udara yang Membawa Dunia ke Era Perdamaian

Pelita Digital