Kecerdasan Buatan

Xiaomi Rilis MiMo Code, Asisten Coding AI Open Source yang Dirancang untuk Proyek Pemrograman Jangka Panjang

Sumber Gambar : Kompas

Pelitadigital.com – Xiaomi kembali menunjukkan keseriusannya di sektor kecerdasan buatan (AI) melalui peluncuran MiMo Code V0.1.0. Berbeda dari produk perangkat keras yang selama ini identik dengan perusahaan asal China tersebut, MiMo Code hadir sebagai asisten pemrograman berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengembang menyelesaikan berbagai tugas coding langsung dari terminal komputer.

Menariknya, Xiaomi merilis MiMo Code sebagai proyek open source dengan lisensi MIT. Artinya, pengembang dapat mengakses, mempelajari, hingga memodifikasi sistem sesuai kebutuhan mereka.

Kehadiran MiMo Code sekaligus menandai langkah Xiaomi dalam memperluas ekosistem AI-nya, khususnya pada bidang pengembangan perangkat lunak yang saat ini semakin mengandalkan bantuan teknologi generatif.

Fokus Mengatasi Tantangan AI Saat Menangani Proyek Besar

Salah satu masalah yang kerap ditemukan pada asisten coding berbasis AI adalah kemampuan model yang menurun ketika harus menangani proyek berskala besar atau sesi kerja yang berlangsung lama.

Dalam kondisi tersebut, AI sering kesulitan mempertahankan pemahaman terhadap konteks proyek. Akibatnya, informasi penting seperti struktur aplikasi, keputusan pengembangan sebelumnya, maupun progres pekerjaan dapat terlewat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Xiaomi membekali MiMo Code dengan sistem memori lintas sesi atau cross-session memory. Teknologi ini memungkinkan asisten AI tetap memahami konteks proyek meskipun pekerjaan dilakukan dalam banyak tahapan dan waktu yang panjang.

Empat Lapisan Memori untuk Menjaga Konsistensi Proyek

Sistem memori MiMo Code dibangun menggunakan empat komponen utama yang saling terhubung, yaitu:

  • Memori proyek permanen untuk menyimpan informasi inti.
  • Checkpoint yang merekam titik-titik penting selama pengembangan.
  • Catatan sementara untuk kebutuhan jangka pendek.
  • Log progres tugas yang mencatat perkembangan pekerjaan.

Seluruh data tersebut dikelola menggunakan SQLite FTS5 sehingga proses pencarian informasi dan pemanggilan konteks dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Xiaomi juga menambahkan sub-agent khusus bernama checkpoint-writer. Komponen ini bekerja secara otomatis mencatat perkembangan proyek tanpa mengganggu aktivitas utama agen AI. Dengan mekanisme tersebut, MiMo Code diklaim mampu mempertahankan konsistensi kerja bahkan pada proyek yang membutuhkan ratusan langkah pengerjaan.

Fitur Dream dan Distill untuk Meningkatkan Efisiensi

Tidak hanya mengandalkan sistem memori, Xiaomi turut menyematkan sejumlah fitur tambahan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengembang.

Salah satunya adalah fitur /dream, yang berfungsi meninjau sesi kerja sebelumnya lalu merangkumnya menjadi memori jangka panjang. Dengan cara ini, informasi penting dari berbagai sesi pengembangan tetap dapat dimanfaatkan pada pekerjaan berikutnya.

Selain itu terdapat fitur distill yang mampu mengenali pola pekerjaan yang dilakukan secara berulang. Setelah pola tersebut teridentifikasi, sistem dapat membantu mengotomatisasi proses sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.

Xiaomi Klaim MiMo Code Unggul dari Claude Code

Dalam materi yang dipublikasikan Xiaomi, MiMo Code yang dipadukan dengan model AI MiMo-V2.5-Pro disebut mampu mencatat hasil yang lebih baik dibanding Claude Code pada beberapa pengujian benchmark.

Pada pengujian SWE-bench Verified, MiMo Code memperoleh skor 82 persen, sementara Claude Code mencatat 79 persen.

Hasil serupa juga terlihat pada SWE-bench Pro, di mana MiMo Code meraih skor 62 persen dan Claude Code berada di angka 55 persen.

Sementara itu, pada Terminal Bench 2, MiMo Code memperoleh skor 73 persen, lebih tinggi dibanding Claude Code yang mencatat 69 persen.

Data tersebut menunjukkan performa kompetitif MiMo Code, khususnya pada tugas pengembangan perangkat lunak yang kompleks dan memerlukan banyak tahapan eksekusi.

Lebih Andal untuk Tugas dengan Banyak Langkah

Xiaomi juga melakukan evaluasi internal menggunakan metode double-blind yang melibatkan ratusan pengembang dan ratusan repositori privat.

Hasil pengujian memperlihatkan bahwa MiMo Code dan Claude Code memiliki performa yang relatif seimbang pada pekerjaan yang membutuhkan kurang dari 200 langkah eksekusi.

Namun ketika tingkat kompleksitas meningkat dan tugas memerlukan lebih dari 200 langkah, MiMo Code diklaim mampu mempertahankan tingkat keberhasilan di atas 65 persen.

Meski demikian, Xiaomi menegaskan bahwa seluruh hasil tersebut berasal dari pengujian internal perusahaan dan belum mendapatkan verifikasi independen dari pihak ketiga.

Bekerja Langsung dari Terminal

Salah satu keunggulan MiMo Code adalah kemampuannya beroperasi langsung di lingkungan terminal.

Asisten AI ini dapat membaca dan menulis file, menjalankan perintah sistem, serta mengelola repositori Git tanpa memerlukan antarmuka tambahan.

MiMo Code juga mendukung impor konfigurasi dan berbagai pengaturan yang sebelumnya digunakan pada Claude Code. Fitur tersebut memberikan kemudahan bagi pengembang yang ingin berpindah platform tanpa harus melakukan konfigurasi ulang dari awal.

Compose Mode Permudah Proses Pengembangan

Xiaomi turut menghadirkan fitur bernama Compose Mode yang dirancang untuk menyederhanakan alur pengembangan perangkat lunak.

Dalam mode ini, pengguna cukup menjelaskan tujuan atau hasil yang ingin dicapai. Setelah itu, sistem akan mengambil alih berbagai proses mulai dari perencanaan, penulisan kode, pengujian, hingga peninjauan hasil secara otomatis.

Pendekatan tersebut memungkinkan pengembang lebih fokus pada kebutuhan bisnis dan desain aplikasi dibanding pekerjaan teknis yang bersifat repetitif.

Dukung Kontrol Suara Tanpa Keyboard

MiMo Code juga menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel melalui dukungan kontrol suara.

Teknologi ini memanfaatkan sistem pengenalan suara MiMo-ASR yang dikombinasikan dengan deteksi aktivitas suara TenVAD. Pengguna dapat memberikan instruksi secara lisan untuk menjalankan berbagai perintah tanpa perlu mengetik.

Bahkan, perintah seperti “send” maupun “execute” dapat dijalankan hanya dengan suara, sehingga memberikan alternatif interaksi yang lebih praktis saat bekerja.

Tersedia Gratis dan Mendukung Berbagai Platform

Saat ini MiMo Code telah tersedia melalui GitHub dan terhubung dengan layanan MiMo Auto yang memberikan akses gratis dalam periode terbatas ke model AI MiMo-V2.5.

Selain menggunakan model AI milik Xiaomi, platform ini juga mendukung integrasi dengan layanan yang kompatibel dengan API OpenAI, termasuk DeepSeek, Kimi, dan GLM.

Dari sisi kompatibilitas, MiMo Code dapat dipasang pada sistem operasi macOS dan Linux melalui terminal. Sementara untuk pengguna Windows, instalasi dapat dilakukan menggunakan npm.

Kesimpulan

Peluncuran MiMo Code menunjukkan ambisi Xiaomi untuk memperluas pengaruhnya di industri kecerdasan buatan, khususnya pada segmen pengembangan perangkat lunak. Dengan sistem memori lintas sesi, fitur otomatisasi, dukungan kontrol suara, serta kemampuan bekerja langsung dari terminal, MiMo Code menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding asisten coding AI pada umumnya.

Meski klaim keunggulannya atas Claude Code masih menunggu verifikasi independen, kehadiran MiMo Code berpotensi menjadi alternatif menarik bagi pengembang yang membutuhkan asisten AI untuk menangani proyek pemrograman kompleks dalam jangka panjang.

 

Baca Juga:

Sebelumnya

Spesifikasi dan Harga Amazfit Cheetah 2 Pro dan Cheetah 2 Ultra, Smartwatch Premium untuk Pelari Profesional

Pelita Digital