Amazon Ajukan Izin Luncurkan 5.105 Satelit, Siapkan Layanan Ponsel Terhubung Langsung ke Antariksa
Pelitadigital.com – Amazon semakin serius memperkuat bisnis komunikasi berbasis satelit. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu mengajukan permohonan kepada regulator untuk mengoperasikan ribuan satelit baru yang memungkinkan ponsel dan berbagai perangkat lain tetap terhubung meski berada di luar jangkauan menara seluler.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Amazon dalam memperluas layanan konektivitas satelit sekaligus memperketat persaingan dengan Starlink milik SpaceX. Jika memperoleh persetujuan, jaringan tersebut akan menghadirkan layanan direct-to-device atau koneksi langsung ke perangkat tanpa bergantung pada infrastruktur telekomunikasi darat.
Amazon Ajukan Permohonan ke FCC
Amazon telah mengajukan izin kepada Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) untuk meluncurkan hingga 5.105 satelit baru.
Dalam proposal tersebut, Amazon berencana memanfaatkan kombinasi jaringan satelit miliknya dengan spektrum frekuensi nirkabel yang dimiliki Globalstar. Integrasi kedua infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan layanan komunikasi yang lebih luas dan stabil, terutama di wilayah yang selama ini sulit memperoleh akses jaringan seluler.
Pengajuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum perusahaan mulai membangun jaringan komunikasi satelit generasi berikutnya.
Akuisisi Globalstar Jadi Fondasi Pengembangan
Pengembangan layanan baru ini tidak terlepas dari rencana akuisisi Globalstar yang diumumkan Amazon pada April lalu.
Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$11,6 miliar dan diperkirakan rampung pada 2027. Setelah proses akuisisi selesai, Amazon menargetkan pembangunan jaringan direct-to-device dimulai pada 2028.
Melalui kerja sama tersebut, Amazon tidak hanya memperoleh akses terhadap infrastruktur satelit, tetapi juga spektrum frekuensi yang menjadi komponen penting dalam menghadirkan komunikasi langsung antara perangkat pengguna dan satelit.
Apa Itu Teknologi Direct-to-Device?
Teknologi direct-to-device memungkinkan ponsel, tablet, maupun perangkat komunikasi lain terhubung langsung ke satelit tanpa harus melewati menara BTS konvensional.
Sistem ini dirancang sebagai solusi ketika jaringan seluler tidak tersedia, misalnya di wilayah pegunungan, lautan, kawasan pedalaman, maupun lokasi yang terdampak bencana.
Dengan teknologi tersebut, pengguna tetap dapat memperoleh layanan komunikasi meski berada jauh dari cakupan jaringan operator seluler.
Menjangkau Daerah yang Minim Infrastruktur
Amazon menyatakan layanan ini difokuskan untuk membantu masyarakat yang tinggal, bekerja, maupun bepergian ke daerah dengan akses telekomunikasi yang masih terbatas.
Selain meningkatkan konektivitas masyarakat, jaringan satelit tersebut juga memiliki sejumlah potensi penggunaan lain, seperti:
- Mendukung komunikasi di daerah terpencil.
- Membantu operasi tanggap darurat.
- Mempermudah proses pencarian dan penyelamatan.
- Mendukung aktivitas di lokasi kerja yang jauh dari jaringan seluler.
- Menjaga konektivitas armada logistik dan rantai pasok di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat.
Dengan cakupan yang lebih luas, layanan ini diharapkan mampu menjadi alternatif komunikasi ketika jaringan konvensional tidak dapat digunakan.
Amazon Terus Perluas Konstelasi Satelit Internet
Di luar proyek direct-to-device, Amazon juga terus memperluas jaringan internet satelit orbit Bumi rendah (Low Earth Orbit/LEO).
Hingga saat ini, perusahaan telah menempatkan lebih dari 390 satelit ke orbit sebagai bagian dari pembangunan jaringan internet berbasis satelit.
Amazon memperkirakan layanan internet pita lebar tahap awal dapat mulai tersedia sebelum akhir tahun ini. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem internet satelit berskala global.
Target FCC hingga 2029
FCC sebelumnya menetapkan kewajiban bagi Amazon untuk menyelesaikan konstelasi satelit generasi pertama yang terdiri atas 3.232 satelit paling lambat Juli 2029.
Regulator juga sempat memberikan kelonggaran terhadap tenggat sementara yang sebelumnya mengharuskan Amazon meluncurkan 1.600 satelit sebelum 30 Juli.
Dengan adanya relaksasi tersebut, Amazon memiliki ruang lebih besar untuk melanjutkan pengembangan jaringan satelit sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Persaingan Semakin Ketat dengan Starlink
Masuknya Amazon ke layanan direct-to-device membuat persaingan di sektor komunikasi satelit semakin menarik.
Saat ini, Starlink Mobile milik SpaceX telah lebih dulu menghadirkan layanan koneksi langsung ke perangkat melalui kerja sama dengan operator seluler T-Mobile di Amerika Serikat.
Kehadiran jaringan baru dari Amazon berpotensi memperluas pilihan layanan komunikasi satelit sekaligus mempercepat adopsi teknologi yang memungkinkan perangkat tetap terkoneksi tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan seluler berbasis darat.
Penutup
Pengajuan izin peluncuran 5.105 satelit menunjukkan ambisi besar Amazon dalam memperluas layanan komunikasi satelit global. Melalui dukungan teknologi direct-to-device dan rencana integrasi dengan Globalstar, perusahaan ingin menghadirkan akses komunikasi yang tetap tersedia di wilayah minim jaringan seluler.
Di sisi lain, langkah ini juga memperkuat persaingan dengan Starlink dalam menyediakan layanan konektivitas satelit yang semakin relevan untuk kebutuhan masyarakat, sektor industri, hingga operasi darurat di masa mendatang.
Baca Juga:






