Gadget

7 HP Flagship dengan Baterai Silicon-Carbon di Indonesia, Kapasitas hingga 7.050 mAh

Sumber Gambar : VOI

Pelitadigital.comTeknologi baterai menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan smartphone flagship. Selain performa chipset dan kemampuan kamera, kapasitas serta efisiensi baterai kini ikut menentukan pengalaman pengguna dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Salah satu teknologi yang mulai banyak digunakan pada ponsel kelas atas adalah baterai silicon-carbon atau silikon-karbon. Teknologi ini menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan baterai konvensional berbasis grafit. Dengan kemampuan tersebut, produsen dapat menghadirkan kapasitas baterai yang lebih besar tanpa harus membuat bodi smartphone menjadi jauh lebih tebal.

Perkembangan tersebut terlihat dari sejumlah smartphone flagship yang telah tersedia di Indonesia. Beberapa perangkat bahkan membawa kapasitas baterai lebih dari 6.000 mAh, sementara dimensinya tetap relatif ramping.

Tidak hanya smartphone dengan desain konvensional, teknologi silicon-carbon juga mulai diterapkan pada perangkat foldable. Berikut tujuh HP flagship dengan baterai silicon-carbon yang tersedia di Indonesia.

Oppo Find X9 Ultra

Oppo Find X9 Ultra menjadi salah satu smartphone dalam daftar ini dengan kapasitas baterai paling besar. Perangkat tersebut menggunakan baterai silicon-carbon berkapasitas 7.050 mAh.

Kapasitas tersebut ditempatkan dalam bodi dengan ketebalan 8,7 mm dan bobot 235 gram. Untuk pengisian daya, Oppo membekalinya dengan teknologi SuperVOOC 100 watt serta pengisian nirkabel AirVOOC 50 watt.

Dari sisi spesifikasi, Find X9 Ultra mengusung layar AMOLED berukuran 6,82 inci dengan resolusi QHD+ dan refresh rate 144 Hz. Perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan memiliki kamera utama 200 MP.

Sektor fotografi juga menjadi salah satu perhatian utama. Oppo menyematkan kamera telefoto 50 MP dengan kemampuan zoom optis 10x serta kamera telefoto 200 MP dengan zoom optis 3x.

Di Indonesia, Oppo Find X9 Ultra tersedia dalam dua pilihan, yaitu 12 GB/512 GB seharga Rp27.999.000 dan 16 GB/1 TB seharga Rp31.999.000.

Oppo Find X9s

Masih dari Oppo, Find X9s menawarkan pendekatan serupa dengan kapasitas baterai besar dalam bodi yang lebih ringkas. Smartphone ini membawa baterai silicon-carbon 7.025 mAh dengan ketebalan bodi 8 mm dan bobot 202 gram.

Untuk pengisian daya, baterainya mendukung SuperVOOC 80 watt. Kombinasi kapasitas besar dan bodi yang relatif ringkas menjadi salah satu daya tarik perangkat ini.

Oppo Find X9s memiliki layar 6,59 inci dan menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500s. Pada bagian belakang terdapat sistem tiga kamera dengan resolusi utama 50 MP.

Harga Oppo Find X9s di Indonesia dimulai dari Rp15.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB. Sementara varian 12 GB/512 GB dibanderol Rp17.999.000.

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra

Penggunaan baterai silicon-carbon juga mulai memasuki perangkat lipat Samsung. Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi salah satu model yang menandai penggunaan teknologi tersebut pada lini smartphone Samsung.

Galaxy Z Fold 8 Ultra membawa baterai silicon-carbon berkapasitas 5.000 mAh. Baterai tersebut mendukung pengisian cepat 45 watt dan pengisian nirkabel 20 watt.

Kapasitasnya meningkat 600 mAh dibandingkan Galaxy Z Fold 7 yang menggunakan baterai 4.400 mAh. Meski kapasitas baterai bertambah, Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap memiliki desain tipis dengan ketebalan 4,1 mm ketika perangkat dibentangkan.

Pada sektor layar, perangkat ini memiliki panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 8 inci. Performanya mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sementara kamera utamanya memiliki resolusi 200 MP.

Harga Galaxy Z Fold 8 Ultra di Indonesia adalah Rp32.499.000 untuk varian 12 GB/256 GB, Rp36.499.000 untuk 12 GB/512 GB, serta Rp44.499.000 untuk 16 GB/1 TB.

Samsung Galaxy Z Fold 8

Galaxy Z Fold 8 juga menggunakan teknologi baterai silicon-carbon dengan kapasitas 4.800 mAh. Baterai tersebut mendukung pengisian cepat 45 watt dan pengisian nirkabel 20 watt.

Dibandingkan generasi sebelumnya, kapasitas baterainya bertambah 400 mAh. Menariknya, peningkatan kapasitas tersebut tidak membuat perangkat menjadi lebih berat. Galaxy Z Fold 8 memiliki bobot 201 gram, sedangkan Galaxy Z Fold 7 memiliki bobot 215 gram.

Perangkat ini membawa layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3 serta layar cover 5,5 inci. Untuk dapur pacu, Samsung menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.

Kamera utamanya beresolusi 50 MP. Di pasar Indonesia, Galaxy Z Fold 8 tersedia mulai Rp28.499.000 untuk varian 12 GB/256 GB. Varian 12 GB/512 GB dibanderol Rp32.499.000, sedangkan model 16 GB/1 TB mencapai Rp40.499.000.

Samsung Galaxy Z Flip 8

Teknologi silicon-carbon tidak hanya diterapkan Samsung pada foldable berukuran besar. Galaxy Z Flip 8 juga membawa baterai dengan material tersebut.

Galaxy Z Flip 8 menggunakan baterai silicon-carbon berkapasitas 4.300 mAh. Kapasitasnya memang sama dengan generasi sebelumnya, tetapi penggunaan teknologi baterai tersebut membantu Samsung mempertahankan desain yang lebih tipis.

Saat dibuka, Galaxy Z Flip 8 memiliki ketebalan 6,1 mm, sedangkan Galaxy Z Flip 7 memiliki ketebalan 6,5 mm. Untuk pengisian daya, perangkat mendukung pengisian kabel 25 watt dan wireless charging 15 watt.

Spesifikasinya mencakup layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci, FlexWindow 4,1 inci, chipset Exynos 2600, serta kamera utama 50 MP.

Galaxy Z Flip 8 tersedia di Indonesia dengan harga Rp19.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB dan Rp23.999.000 untuk varian 12 GB/512 GB.

Xiaomi 17

Xiaomi 17 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan flagship berukuran relatif ringkas tetapi tetap memiliki kapasitas baterai besar.

Smartphone ini dibekali baterai silicon-carbon berkapasitas 6.330 mAh. Kapasitas tersebut tergolong besar untuk perangkat dengan layar 6,3 inci, ketebalan sekitar 8,06 mm, dan bobot 191 gram.

Baterainya mendukung pengisian cepat 100 watt HyperCharge, wireless charging 50 watt, serta reverse charging 22,5 watt.

Xiaomi 17 menggunakan layar OLED M10 LTPO berukuran 6,3 inci dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz. Performanya ditopang Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan RAM 12 GB.

Pada sektor fotografi, terdapat tiga kamera belakang 50 MP yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Leica.

Untuk pasar Indonesia, Xiaomi 17 dibanderol Rp14.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB dan Rp15.999.000 untuk varian 12 GB/512 GB.

Xiaomi 17 Ultra

Pilihan terakhir adalah Xiaomi 17 Ultra yang menyasar pengguna flagship dengan kebutuhan fotografi tinggi. Smartphone ini menggunakan baterai silicon-carbon berkapasitas 6.000 mAh.

Pengisian dayanya mendukung fast charging 90 watt dan wireless charging 50 watt. Kapasitas tersebut menjadi salah satu pendukung untuk penggunaan perangkat dengan spesifikasi kelas atas.

Xiaomi 17 Ultra mengusung layar HyperRGB OLED berukuran 6,9 inci dan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite. Di sektor kamera, perangkat ini memiliki kamera utama 50 MP dengan sensor berukuran 1 inci, kamera telefoto 200 MP, serta kamera ultrawide 50 MP.

Di Indonesia, Xiaomi 17 Ultra tersedia dalam dua pilihan. Varian 16 GB/512 GB dibanderol Rp19.999.000, sedangkan varian 16 GB/1 TB dijual dengan harga Rp22.999.000.

Baterai Silicon-Carbon Mulai Mengubah Desain Smartphone

Kehadiran tujuh perangkat tersebut menunjukkan bahwa teknologi silicon-carbon mulai menjadi bagian penting dari perkembangan smartphone flagship. Kapasitas baterai yang semakin besar tidak lagi selalu identik dengan bodi yang lebih tebal dan berat.

Oppo bahkan menghadirkan kapasitas lebih dari 7.000 mAh pada Find X9 Ultra dan Find X9s. Sementara itu, Xiaomi membawa kapasitas di atas 6.000 mAh pada perangkat dengan ukuran yang masih relatif ringkas.

Pada kategori foldable, teknologi ini memiliki peran yang lebih menarik karena produsen harus mempertimbangkan keterbatasan ruang di dalam perangkat. Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8 memperlihatkan bagaimana teknologi baterai dapat digunakan bersamaan dengan upaya mempertahankan desain yang lebih tipis.

Dengan semakin banyaknya flagship yang mengadopsi baterai silicon-carbon, teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu standar baru dalam pengembangan smartphone premium. Bagi konsumen, peningkatan kepadatan energi memberikan peluang untuk mendapatkan perangkat dengan daya tahan lebih panjang tanpa harus mengorbankan desain dan portabilitas.

Baca Juga :

Sebelumnya

5 Rekomendasi TWS Semi In-Ear Murah Alternatif AirPods 4

Pelita Digital