Internet

Ethical Hacking Dan Cyber Security, Apa Bedanya Dan Bagaimana Prospek Kariernya?

Sumber Gambar : Magnific

Pelitadigital.com – Ethical hacking dan cyber security kerap dianggap sama, padahal cakupan dan perannya berbeda. Pada 2024, dunia kekurangan sekitar 4,8 juta tenaga keamanan siber, sementara di Indonesia tercatat sekitar 5,2 miliar anomali trafik sepanjang 2025.

Sebagai pemula, Anda mungkin masih bingung memilih jalur sebagai penguji keamanan atau bergabung dengan tim pertahanan. Memahami perbedaan tugas dapat membantu Anda menentukan fokus belajar yang sesuai, termasuk memilih pelatihan seperti ITBOX Cyber Security Specialist. Berikut enam pembahasan tentang cakupan kerja, keterampilan, batas hukum, dan prospek karier di bidang ini.

1. Membedakan Cakupan Kerja Ethical Hacking Dan Cyber Security

Ethical hacking merupakan salah satu bagian dari cyber security. Ethical hacking  adalah pendekatan proaktif yang menggunakan metode peretas untuk mencari kelemahan sistem sebelum dieksploitasi pihak jahat. Sementara itu, cyber security mencakup upaya lebih luas untuk melindungi sistem, mulai dari identifikasi dan perlindungan hingga deteksi, respons, serta pemulihan.

Hasil pengujian dapat menjadi rekomendasi pencegahan dan penanganan. Tim cyber security lalu menjalankan perbaikan sekaligus mengelola pemantauan harian, sehingga perbedaan cakupan terlihat dari fokus tiap peran.

2. Memahami Fokus Tugas

Penguji keamanan berfokus menemukan dan memvalidasi kelemahan dalam lingkup pengujian yang telah disepakati. Sebaliknya, tim keamanan operasional memantau peringatan, menilai insiden, dan meneruskan ancaman kepada pihak yang menangani. Pekerjaan ini dapat berjenjang, mulai dari analis tingkat satu hingga tingkat tiga.

Pengujian biasanya berlangsung dalam proyek berjangka dan diakhiri laporan, sedangkan tim operasional bekerja berkesinambungan mengawasi keamanan. Kedua peran saling melengkapi karena temuan penguji menjadi masukan perbaikan bagi tim pertahanan.

3. Menyesuaikan Skill Utama

Penguji keamanan perlu memahami jaringan dan aplikasi web, serta mampu menyusun laporan teknis. Sertifikasi CEH dari EC-Council diluncurkan pada 2003 dengan fokus pada ethical hacking. Kemampuan menemukan kerentanan juga relevan karena eksploitasi kerentanan menjadi pintu masuk awal dalam 20% pelanggaran.

Di sisi pertahanan, keterampilan yang dibutuhkan mencakup analisis log, pemahaman SIEM, dan penanganan insiden. Domain operasi keamanan mengambil 28% dari ujian CompTIA Security+, porsi terbesar di antara lima domain. Apa pun jalurnya, keterampilan teknis harus digunakan dalam batas etika dan hukum.

Mematuhi Batas Etika Dan Hukum

Ethical hacking hanya sah jika dilakukan dengan izin tertulis dari pemilik sistem dan lingkup pengujian yang jelas. Akses tanpa hak ke sistem elektronik dapat diancam pidana penjara enam sampai delapan tahun dan denda Rp600 juta sampai Rp800 juta sesuai tingkat pelanggaran dalam UU ITE. Pidana dapat diperberat sepertiga jika sasarannya sistem pemerintah atau layanan publik.

Ketentuan UU ITE mengecualikan pengujian sistem elektronik yang sah. Kode etik EC-Council juga mewajibkan anggotanya hanya mengerjakan proyek yang disetujui, sah, dan berizin.

Memetakan Peran Karier

Peta Okupasi Nasional Keamanan Siber mencakup berbagai peran, termasuk Cyber Security Incident Analyst yang bertugas sebagai responder pertama. SKKNI bidang keamanan siber dan sandi ditetapkan melalui Peraturan BSSN Nomor 14 Tahun 2024, dengan unit kompetensi uji keamanan siber dan audit keamanan informasi.

Peran yang umum dijumpai antara lain analis keamanan, penguji penetrasi, dan auditor keamanan informasi. Sertifikasi CEH berlaku tiga tahun dan diperbarui melalui pendidikan berkelanjutan. Pemetaan ini membantu Anda melihat jalur yang sesuai minat dan kemampuan.

Menilai Prospek Karier

Kekurangan tenaga keamanan siber global mencapai sekitar 4,8 juta posisi, naik 19% dari tahun sebelumnya. Sebanyak 90% organisasi melaporkan kesenjangan skill di tim keamanan, sementara jaringan dan cyber security termasuk tiga keterampilan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030.

Namun, pintu masuk bagi pemula menyempit karena pertumbuhan tenaga aktif sangat lambat. Perekrut juga mengutamakan keterampilan non teknis, seperti pemecahan masalah, selain kemampuan teknis. Karena itu, Anda perlu membangun bukti kemampuan melalui latihan dan sertifikasi.

Rekomendasi Pelatihan Untuk Memulai Karier Siber

Anda dapat mulai dengan memetakan peran yang paling sesuai. Kemudian, Anda bisa meninjau pelatihan yang tersedia. Sebelum mendaftar, cocokkan materi program dengan peran yang ingin Anda tuju. Periksa pula porsi praktik dan pastikan ruang lingkup latihan dilakukan secara legal. Detail program dapat Anda lihat langsung di halaman resminya.

ITBOX Cyber Security Specialist dapat menjadi pilihan pelatihan terstruktur untuk memulai karier siber. ITBOX merupakan platform kelas online bidang IT. Pelatihan terstruktur dapat membantu Anda memahami peran ethical hacking dan cyber security sebelum menentukan fokus.

Ethical hacking merupakan bagian proaktif dari cyber security yang memiliki cakupan lebih luas, dan keduanya menawarkan jalur karier yang berbeda. Pilihan peran sebaiknya mengikuti minat Anda, baik pada pengujian maupun pertahanan sistem. Tentukan arah awal, lalu bangun keterampilan dengan latihan dan sertifikasi yang sesuai, selalu dalam batas etika dan hukum.

Sebelumnya

Penyebab Motor Matik Gredek Saat Tarikan Awal, Jangan Langsung Anggap Sepele

Pelita Digital