Internet

Arti Simbol @ dan Sejarah Penggunaannya, dari Surat Kuno hingga E-mail

Pelitadigital.com – Simbol @ merupakan salah satu karakter yang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan digital. Penggunaannya paling umum terlihat pada alamat surat elektronik atau e-mail, misalnya dalam format nama pengguna diikuti nama layanan penyedia e-mail.

Dalam tipografi, simbol tersebut dikenal sebagai “at sign” dan umumnya dibaca sebagai “at”. Namun, penyebutan simbol @ ternyata berbeda di sejumlah negara. Italia, misalnya, mengenalnya sebagai simbol siput, sedangkan masyarakat Belanda menyebutnya sebagai simbol ekor monyet.

Penggunaan simbol @ juga tidak hanya berkaitan dengan e-mail. Dalam akuntansi dan faktur komersial, simbol tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan penilaian atau satuan tertentu. Sementara dalam komunikasi digital, simbol @ kerap digunakan untuk menyebut atau memanggil akun pengguna.

Apa Arti Simbol @?

Secara umum, simbol @ dikenal sebagai “at sign”. Dalam alamat e-mail, simbol tersebut berfungsi sebagai pemisah antara nama pengguna dan nama layanan atau domain.

Sebagai contoh, alamat e-mail xxx@gmail.com dapat dibaca sebagai xxx at gmail dot com. Penggunaan tersebut kemudian menjadi salah satu ciri yang sangat melekat pada komunikasi melalui internet.

Dalam perkembangan media sosial, fungsi simbol @ semakin meluas. Karakter ini digunakan sebagai awalan nama akun atau handle, seperti @kompascom.

Ketika digunakan dalam percakapan digital, penulisan @ diikuti nama akun biasanya berfungsi untuk menyebut pengguna tertentu. Dengan demikian, simbol yang awalnya memiliki berbagai fungsi tersebut kemudian mendapatkan peran baru dalam komunikasi digital.

Sejarah Simbol @ dari Masa ke Masa

Sejarah simbol @ memiliki sejumlah versi karena karakter tersebut ditemukan dalam berbagai dokumen dan digunakan untuk keperluan yang berbeda.

Dilansir dari Today I Found Out, salah satu jejak penggunaan simbol @ ditemukan dalam tulisan berbahasa Bulgaria yang berasal dari Manasses Chronicle pada 1345.

Tulisan tersebut memuat sejarah singkat dunia hingga akhir abad ke-11. Dalam dokumen tersebut, simbol @ digunakan untuk ucapan “amin”.

Bukti lain ditemukan dalam buku catatan Spanyol pada 1448. Catatan tersebut berkaitan dengan pengiriman gandum dari Kerajaan Kastilia menuju wilayah Aragon.

Penggunaan simbol @ juga ditemukan dalam konteks perdagangan di Italia. Salah satu buktinya terdapat pada surat pedagang Florentine, Francesco Lapi, tertanggal 4 Mei 1536.

Dalam surat tersebut, simbol @ digunakan untuk menunjukkan satuan ukuran yang disebut “amphora”. Amphora merupakan guci tanah liat yang digunakan untuk menyimpan anggur dengan ukuran setara 1/13 barel.

Simbol @ dan Satuan Ukuran Arroba

Penggunaan simbol @ juga memiliki kaitan dengan satuan ukuran bernama arroba yang berasal dari Spanyol.

Istilah arroba berasal dari bahasa Arab, yaitu ar-rub, yang berarti seperempat. Dalam konteks tersebut, simbol @ tidak berkaitan dengan komunikasi digital seperti yang dikenal saat ini.

Hal ini menunjukkan bahwa fungsi simbol @ telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Sebelum digunakan secara luas dalam teknologi komunikasi, karakter tersebut sudah muncul dalam berbagai catatan perdagangan dan pengukuran.

Teori Simbol @ Berasal dari Gabungan Huruf

Menurut kamus Oxford, terdapat teori bahwa simbol @ ditemukan oleh pemuka agama sebagai bentuk pengganti bahasa Latin “ad”.

Kata “ad” dalam bahasa Latin dapat memiliki arti di, menuju, oleh, dan sekitar. Penggunaan simbol tersebut dikaitkan dengan upaya menggabungkan huruf “a” dan “d” menjadi satu karakter.

Tujuan penggunaannya diperkirakan berkaitan dengan kebutuhan untuk menulis secara lebih cepat sekaligus menghemat waktu.

Dari berbagai catatan tersebut, terlihat bahwa simbol @ sudah digunakan jauh sebelum komputer dan internet berkembang seperti sekarang.

Awal Penggunaan Simbol @ dalam E-mail

Penggunaan simbol @ dalam e-mail memiliki sejarah yang cukup erat dengan perkembangan jaringan komputer.

Pada 1971, ilmuwan komputer asal Amerika Serikat, Ray Tomlinson, menggunakan simbol @ dalam sistem pengiriman pesan yang dikembangkannya.

Tomlinson membuat program bernama SNDMSG, singkatan dari Send Message. Program tersebut memungkinkan pengguna mengirim pesan kepada pengguna lain dalam komputer yang sama.

Selanjutnya, ia mengembangkan sistem tersebut pada jaringan ARPANET dengan menggabungkan SNDMSG dan CPYNET.

Dalam pengembangan sistem tersebut, Tomlinson membutuhkan format penamaan yang dapat membedakan nama pengguna dan nama komputer. Ia kemudian memilih simbol @ untuk memisahkan kedua unsur tersebut.

Mengapa Ray Tomlinson Memilih Simbol @?

Pemilihan simbol @ bukan tanpa alasan. Menurut Tomlinson, karakter tersebut merupakan satu-satunya simbol yang tersedia pada perangkat teletype Model 33 yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Teletype atau teleprinter merupakan perangkat komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan dalam bentuk ketikan melalui berbagai saluran komunikasi.

Simbol @ kemudian dianggap sesuai untuk membantu sistem membedakan penerima atau pengirim pesan dengan komputer yang digunakan.

Pada masa itu, belum terdapat simbol yang secara khusus digunakan untuk menyederhanakan sistem penamaan e-mail agar dapat diterapkan secara luas pada berbagai komputer.

Penggunaan @ kemudian berkembang dan menjadi bagian penting dari format alamat e-mail yang dikenal hingga sekarang.

Fungsi Simbol @ di Era Media Sosial

Perkembangan internet membuat penggunaan simbol @ tidak lagi terbatas pada e-mail.

Media sosial seperti Twitter dan Instagram turut memperluas fungsi karakter tersebut. Simbol @ digunakan sebelum nama akun untuk menyebut pengguna tertentu atau menunjukkan handle sebuah akun.

Fungsi ini membuat simbol @ kembali mendapatkan peran penting dalam komunikasi digital. Pengguna dapat mengarahkan penyebutan kepada akun tertentu dengan menuliskan karakter @ sebelum nama pengguna.

Dengan demikian, satu karakter yang memiliki sejarah panjang tersebut kini digunakan dalam berbagai bentuk komunikasi digital, mulai dari alamat e-mail hingga interaksi di media sosial.

Simbol @ Memiliki Sejarah Panjang

Simbol @ yang saat ini identik dengan e-mail dan media sosial ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dibandingkan perkembangan internet.

Berbagai bukti menunjukkan penggunaannya dalam dokumen keagamaan, catatan perdagangan, hingga satuan ukuran. Perannya kemudian berubah ketika Ray Tomlinson menggunakannya dalam sistem pengiriman pesan melalui jaringan komputer pada 1971.

Seiring perkembangan teknologi, simbol @ menjadi bagian dari alamat e-mail dan kemudian digunakan dalam berbagai platform media sosial sebagai penanda nama akun.

Perjalanan tersebut membuat @ bukan sekadar karakter pada papan ketik, tetapi juga salah satu simbol yang memiliki peran penting dalam sejarah komunikasi digital.

Baca Juga :

Sebelumnya

Motorola Razr Flex Bocor, HP Lipat Gaya Paspor dengan Layar 165 Hz dan Baterai 5.000 mAh

Pelita Digital