Tips & Trik

Cara Mengetahui HP Android Masih Dapat Update Android dan Patch Keamanan atau Tidak

Pelitadigital.com – Banyak pengguna Android mengira ponsel masih aman digunakan selama perangkat masih bisa menyala dan menjalankan aplikasi. Padahal, ada faktor lain yang tidak kalah penting, yakni masa dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan.

Setiap smartphone Android memiliki batas waktu dukungan yang ditentukan oleh produsennya. Setelah periode tersebut berakhir, perangkat memang masih dapat digunakan, tetapi tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan maupun versi Android terbaru. Kondisi ini membuat perangkat semakin rentan terhadap berbagai ancaman siber.

Karena itu, pengguna perlu mengetahui kapan masa dukungan perangkatnya akan berakhir agar dapat mengambil langkah yang tepat sebelum risiko keamanan meningkat.

Mengapa Masa Dukungan HP Android Penting?

Produsen smartphone secara rutin merilis pembaruan perangkat lunak untuk meningkatkan performa sekaligus menutup celah keamanan yang ditemukan pada sistem operasi.

Secara umum, pembaruan Android terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Pembaruan Versi Android

Pembaruan ini biasanya dirilis Google setiap tahun. Isinya mencakup fitur-fitur baru, peningkatan performa, hingga perubahan antarmuka dan sistem operasi agar perangkat tetap mengikuti perkembangan teknologi.

2. Pembaruan Keamanan

Jenis pembaruan ini hadir lebih sering sepanjang tahun. Fungsinya untuk menutup celah keamanan, memperbaiki bug, serta melindungi perangkat dari ancaman malware maupun serangan siber lainnya.

Kedua jenis pembaruan tersebut menjadi faktor penting agar smartphone tetap aman digunakan, terutama untuk aktivitas digital yang melibatkan data pribadi.

Lama Dukungan Android Berbeda di Setiap Merek

Tidak semua smartphone Android memperoleh masa dukungan yang sama. Kebijakan pembaruan sangat bergantung pada produsen dan kelas perangkat.

Beberapa model premium terbaru seperti Samsung Galaxy S26 dan Google Pixel generasi terbaru kini mendapatkan dukungan pembaruan Android serta keamanan hingga tujuh tahun.

Di sisi lain, sejumlah perangkat kelas menengah atau generasi lama, termasuk beberapa seri Samsung Galaxy A, hanya memperoleh dukungan sekitar empat tahun.

Sementara itu, beberapa smartphone dari produsen lain seperti Xiaomi maupun Motorola bahkan memiliki masa pembaruan yang lebih singkat, yakni sekitar tiga tahun untuk model tertentu.

Perbedaan inilah yang membuat pengguna perlu mengetahui status dukungan perangkat masing-masing.

Cara Mengetahui Masa Dukungan HP Android

Pengguna Android dapat mengecek sendiri kapan perangkat mereka akan berhenti menerima pembaruan dengan langkah yang cukup sederhana.

Berikut caranya:

  1. Buka menu Pengaturan (Settings) pada smartphone.
  2. Lihat informasi model perangkat, misalnya Samsung Galaxy A35.
  3. Kunjungi situs endoflife.date melalui browser.
  4. Pilih menu Device, kemudian pilih merek smartphone yang digunakan.
  5. Cari model perangkat sesuai dengan tipe HP.
  6. Situs akan menampilkan informasi mengenai tanggal peluncuran perangkat, masa dukungan pembaruan Android, serta jadwal berakhirnya pembaruan keamanan.

Selain itu, situs tersebut juga memberikan indikator warna untuk memudahkan pengguna memahami status perangkat:

  • Hijau menunjukkan perangkat masih berada dalam masa dukungan.
  • Kuning menandakan masa dukungan mulai mendekati akhir.
  • Merah berarti perangkat telah mencapai akhir dukungan.

Apa yang Terjadi Setelah Masa Dukungan Berakhir?

Berakhirnya masa dukungan tidak berarti smartphone langsung rusak atau tidak bisa digunakan. Perangkat tetap dapat menjalankan fungsi dasar seperti:

  • Melakukan panggilan telepon.
  • Mengirim pesan.
  • Menjalankan beberapa aplikasi yang masih kompatibel.

Namun, perangkat tidak lagi memperoleh fitur baru maupun pembaruan keamanan. Seiring waktu, risiko keamanan akan meningkat karena celah yang ditemukan pada sistem tidak lagi diperbaiki.

Risiko Tetap Menggunakan HP yang Tidak Lagi Didukung

Menggunakan smartphone yang sudah melewati masa dukungan sebenarnya masih memungkinkan. Namun, perangkat tersebut menjadi lebih rentan terhadap berbagai ancaman digital.

Risiko ini semakin besar apabila ponsel digunakan untuk aktivitas yang berkaitan dengan data sensitif, seperti:

  • Mobile banking.
  • Belanja online.
  • Mengakses email utama.
  • Menyimpan password atau data penting.
  • Menggunakan dompet digital.

Tanpa pembaruan keamanan terbaru, celah pada sistem dapat dimanfaatkan oleh malware maupun pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pengguna.

Kapan Sebaiknya Ganti HP?

Mengganti smartphone tidak harus dilakukan segera setelah masa dukungan berakhir. Namun, apabila perangkat digunakan untuk aktivitas keuangan, pekerjaan, atau menyimpan banyak informasi penting, mempertimbangkan perangkat yang masih mendapat pembaruan keamanan merupakan pilihan yang lebih aman.

Memeriksa status dukungan secara berkala juga dapat membantu pengguna menentukan waktu yang tepat untuk melakukan upgrade sebelum perangkat benar-benar kehilangan perlindungan keamanan.

 

Baca Juga:

Sebelumnya

10 Cara Menghemat Kuota Internet agar Tidak Cepat Habis, Pengeluaran Bulanan Lebih Terkendali

Selanjutnya

Sebelum Hari Pertama Sekolah, Pastikan Checklist Ini Sudah Terpenuhi

Pelita Digital