Nothing Headphone (1) Resmi Hadir, Debut Ambisius di Kelas Headphone Over-Ear Premium
Digimagaz.com – Pasar perangkat audio premium di Indonesia kedatangan penantang baru. Nothing, merek teknologi yang dikenal lewat desain transparan dan pendekatan uniknya, resmi memperluas portofolio audio dengan meluncurkan Nothing Headphone (1). Produk ini menjadi headphone over-ear pertama dari Nothing dan langsung diposisikan untuk bersaing dengan nama-nama besar yang lebih dulu mapan.
Langkah ini menunjukkan ambisi Nothing untuk tidak sekadar menjadi pemain alternatif. Dengan desain khas, fitur lengkap, serta harga yang relatif kompetitif di kelasnya, Headphone (1) mencoba menawarkan pengalaman berbeda bagi pengguna yang menginginkan headphone premium dengan karakter kuat.
Desain Ikonik yang Jadi Pembeda Utama
Sejak awal diperkenalkan, desain menjadi identitas utama Nothing Headphone (1). Headphone ini mengusung gaya retro-futuristik dengan sentuhan aluminium dan panel transparan yang memperlihatkan sebagian komponen internal. Pendekatan visual tersebut membuatnya tampil kontras dibanding headphone over-ear lain yang cenderung bermain aman.
Bentuk ear cup yang kotak dengan sudut tegas memberikan kesan industrial, sementara pilihan warna Black dan White tetap menjaga nuansa modern. Konstruksi berbahan aluminium juga membuat headphone terasa solid, meski konsekuensinya bobot menjadi sedikit lebih berat dibanding beberapa pesaing.
Dalam penggunaan harian, bantalan telinga dan headband dirancang untuk menjepit kepala dengan stabil tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman. Headphone tetap terasa mantap saat dipakai dalam durasi panjang, baik untuk bekerja maupun menikmati hiburan.
Kontrol Fisik yang Fungsional dan Presisi
Di tengah tren kontrol sentuh, Nothing justru memilih pendekatan berbeda dengan menghadirkan tombol fisik. Keputusan ini terasa relevan bagi pengguna yang mengutamakan presisi. Pengaturan volume dilakukan melalui tombol gulir, sementara perpindahan lagu dan kontrol panggilan memanfaatkan paddle khusus.
Tersedia pula tombol tambahan yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan, mulai dari pengaturan mode peredam bising, memanggil asisten suara, hingga fungsi lain yang bisa diakses lewat aplikasi. Skema kontrol ini memudahkan pengguna tanpa harus menebak-nebak sentuhan, terutama saat digunakan sambil beraktivitas.
Fitur Lengkap dengan Dukungan Aplikasi
Nothing Headphone (1) dibekali konektivitas Bluetooth 5.3 serta dukungan Google Fast Pair dan Microsoft Swift Pair untuk proses pairing cepat. Selain koneksi nirkabel, pengguna juga dapat memanfaatkan kabel USB-C audio atau jack 3,5 mm untuk penggunaan kabel.
Keunggulan lain yang jarang ditemui di kelasnya adalah sertifikasi IP52, yang membuat headphone ini lebih tahan terhadap debu dan cipratan air. Hal ini memberi rasa aman saat digunakan dalam kondisi tertentu, seperti aktivitas luar ruangan ringan.
Melalui aplikasi Nothing X, pengguna dapat mengakses berbagai pengaturan penting, termasuk mode peredam bising, transparency, spatial audio, hingga equalizer yang cukup mendalam. Tersedia pengaturan sederhana bagi pengguna awam, serta mode lanjutan bagi mereka yang ingin menyesuaikan karakter suara secara detail.
Karakter Audio Berorientasi Bass
Dari sisi audio, Nothing Headphone (1) menggunakan driver dinamis 40 mm yang dikembangkan bersama KEF. Secara karakter, headphone ini menonjolkan dentuman bass yang tebal dan dominan. Profil ini cocok untuk genre musik populer seperti hip-hop, R&B, dan elektronik.
Meski demikian, bagi penggemar musik dengan detail instrumen tinggi, penyesuaian equalizer menjadi langkah yang hampir wajib. Tanpa pengaturan tambahan, beberapa instrumen bernada tinggi dan vokal terasa kurang menonjol. Untungnya, opsi equalizer yang tersedia cukup fleksibel untuk menyesuaikan preferensi masing-masing pengguna.
Peredaman Bising Andal dan Mikrofon Jernih
Kemampuan active noise cancellation menjadi salah satu nilai jual utama. Nothing mengklaim Headphone (1) mampu meredam suara hingga 42 dB, dan performanya cukup terasa saat digunakan di lingkungan ramai seperti transportasi umum atau kantor terbuka.
Mode transparency memungkinkan pengguna tetap mendengar suara sekitar tanpa harus melepas headphone. Sementara itu, kualitas mikrofon untuk panggilan dinilai memadai dengan kemampuan meredam kebisingan latar, sehingga suara pengguna tetap terdengar jelas.
Baterai Tahan Lama di Kelasnya
Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain Nothing Headphone (1). Dengan kapasitas baterai besar, headphone ini mampu bertahan hingga sekitar 35 jam dengan ANC aktif. Angka tersebut tergolong impresif dan bahkan melampaui beberapa kompetitor premium.
Fitur pengisian cepat juga hadir untuk mendukung mobilitas, di mana pengisian singkat sudah cukup untuk penggunaan beberapa jam.
Kesimpulan
Sebagai debut di segmen headphone over-ear, Nothing Headphone (1) menunjukkan fondasi yang kuat. Desain yang berani, kontrol fisik yang matang, fitur lengkap, serta daya tahan baterai panjang menjadikannya opsi menarik di kelas headphone premium.
Meski karakter audio bawaannya belum tentu cocok untuk semua selera, fleksibilitas pengaturan suara menjadi solusi yang cukup efektif. Bagi pengguna yang mencari headphone over-ear premium dengan identitas berbeda dan harga di bawah Rp 5 jutaan, Nothing Headphone (1) layak masuk dalam daftar pertimbangan.









