Snapdragon C Diungkap, Qualcomm Siapkan Prosesor Arm untuk Laptop Murah
Pelitadigital.com – Qualcomm mulai membuka informasi mengenai Snapdragon C, prosesor berbasis arsitektur Arm yang disiapkan untuk laptop kelas terjangkau. Chip ini dirancang untuk menjawab kebutuhan perangkat dengan harga yang lebih rendah, terutama pada segmen laptop yang selama ini banyak diisi prosesor entry-level Intel.
Qualcomm melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan laptop dengan kemampuan memadai untuk aktivitas sehari-hari. Selain menawarkan performa pemrosesan, Snapdragon C juga membawa fokus pada konsumsi daya yang rendah. Kombinasi tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan baru bagi produsen laptop ketika mengembangkan perangkat di kelas entry-level.
Snapdragon C Membawa CPU 8-Core
Dari sisi spesifikasi, Snapdragon C menggunakan CPU Qualcomm Kryo dengan konfigurasi 8-core. Prosesor tersebut memiliki kecepatan clock maksimal hingga 3 GHz untuk pemrosesan single-core, sedangkan kemampuan multi-core berada pada kecepatan hingga 2 GHz.
Qualcomm juga membekali chip ini dengan total cache sebesar 2 MB. Spesifikasi tersebut diarahkan untuk menunjang berbagai kebutuhan komputasi yang umum ditemukan pada laptop murah, mulai dari menjalankan aplikasi hingga aktivitas berbasis web.
Untuk menangani kebutuhan grafis, Snapdragon C menggunakan GPU Adreno dengan kecepatan hingga 900 MHz. Sementara itu, pemrosesan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan didukung oleh Hexagon NPU.
Kehadiran NPU menjadi salah satu bagian yang menarik karena pemrosesan AI kini mulai menjadi fitur yang diperhitungkan pada perangkat komputer, termasuk laptop dengan harga lebih terjangkau.
Klaim Performa di Atas Intel N250
Qualcomm membandingkan kemampuan Snapdragon C dengan Intel N250 melalui pengujian internal. Sistem yang digunakan dalam pengujian tersebut sama-sama memiliki RAM 8 GB dan pengujian dilakukan ketika perangkat menggunakan daya baterai.
Dalam pengujian Geekbench, Snapdragon C diklaim menghasilkan performa single-core 44 persen lebih tinggi dibandingkan Intel N250. Pada pengujian multi-core, keunggulannya disebut mencapai 24 persen.
Perbedaan performa juga terlihat dalam pengujian Cinebench. Qualcomm mengklaim Snapdragon C mampu mencatatkan kinerja 50 persen lebih tinggi pada pengujian single-thread dan 67 persen pada pengujian multi-thread.
Sementara itu, untuk menggambarkan penggunaan laptop dalam aktivitas sehari-hari, Qualcomm menggunakan Speedometer 3.1 sebagai salah satu pengujian. Hasilnya, Snapdragon C diklaim memberikan kinerja hingga 39 persen lebih tinggi ketika digunakan untuk aktivitas berbasis browser.
Angka tersebut merupakan hasil pengujian internal Qualcomm sehingga performa pada perangkat komersial nantinya tetap dapat berbeda. Faktor seperti sistem pendingin, konfigurasi perangkat, RAM, penyimpanan, dan optimalisasi software dapat memengaruhi pengalaman penggunaan.
Efisiensi Daya Menjadi Fokus Utama
Selain performa, konsumsi energi menjadi salah satu keunggulan yang paling ditekankan Qualcomm pada Snapdragon C. Perusahaan mengklaim prosesor tersebut mampu memberikan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan Intel N250 dalam berbagai skenario penggunaan.
Saat digunakan untuk streaming Netflix melalui Microsoft Edge, Snapdragon C diklaim 106 persen lebih hemat daya dibandingkan Intel N250. Pada aktivitas menjelajah internet, efisiensi dayanya disebut mencapai 68 persen lebih baik.
Keunggulan tersebut juga diklaim terlihat ketika perangkat digunakan untuk melakukan panggilan video melalui Microsoft Teams. Dalam skenario tersebut, Snapdragon C disebut 74 persen lebih irit dibandingkan prosesor pembanding.
Efisiensi konsumsi daya ini menjadi penting bagi laptop entry-level karena pengguna tidak hanya mempertimbangkan kemampuan perangkat, tetapi juga durasi penggunaan sebelum harus kembali mengisi baterai.
Qualcomm pun menjanjikan kemampuan penggunaan seharian penuh melalui Snapdragon C. Namun, daya tahan baterai sebenarnya tetap akan bergantung pada kapasitas baterai dan konfigurasi masing-masing laptop.
Acer, HP, Asus, dan Lenovo Siapkan Laptop
Snapdragon C tidak hanya diperkenalkan sebagai chip untuk satu perangkat. Qualcomm menyebut sejumlah produsen laptop global sedang mempersiapkan produk yang menggunakan prosesor tersebut.
Nama Acer, HP, Asus, dan Lenovo disebut sebagai perusahaan yang bersiap menghadirkan laptop berbasis Snapdragon C. Dukungan dari beberapa produsen besar menunjukkan bahwa Qualcomm ingin memperluas penggunaan arsitektur Arm pada segmen laptop dengan harga terjangkau.
Acer bahkan telah memperlihatkan Aspire Go 15 sebagai salah satu perangkat yang menggunakan Snapdragon C. Laptop tersebut hadir dengan RAM 8 GB dan penyimpanan SSD berkapasitas 512 GB.
Meski perangkat mulai diperkenalkan, Qualcomm dan para produsen terkait belum mengungkap tanggal peluncuran maupun harga final untuk lini laptop Snapdragon C secara resmi.
Menjadi Alternatif Baru di Kelas Entry-Level
Kehadiran Snapdragon C menunjukkan upaya Qualcomm memperluas persaingan di pasar laptop murah. Selama ini, segmen tersebut banyak diisi oleh prosesor entry-level Intel. Dengan mengandalkan arsitektur Arm, Qualcomm mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui kombinasi performa, grafis terintegrasi, kemampuan AI, dan konsumsi daya yang rendah.
Snapdragon C juga diproyeksikan menghadapi persaingan dari ekosistem Intel Wildcat Lake serta lini MacBook Neo dari Apple pada segmen entry-level. Persaingan tersebut berpotensi membuat pilihan laptop murah menjadi semakin beragam.
Bagi konsumen, daya tarik Snapdragon C nantinya tidak hanya ditentukan oleh angka benchmark. Harga jual, daya tahan baterai pada penggunaan nyata, kompatibilitas aplikasi, serta pengalaman penggunaan sehari-hari akan menjadi faktor penting ketika laptop berbasis chip ini mulai tersedia di pasaran.
Jika Qualcomm mampu mempertahankan kombinasi performa dan efisiensi daya yang diklaimnya pada produk komersial, Snapdragon C berpeluang menjadi salah satu pilihan menarik untuk laptop terjangkau yang mengutamakan mobilitas.








