Samsung Galaxy A18 Bocor di Geekbench, Pakai Helio G99 dan Android 17
Pelitadigital.com – Samsung Galaxy A18 mulai menarik perhatian setelah kemunculannya di platform benchmark Geekbench. Ponsel yang diposisikan sebagai perangkat entry-level tersebut diketahui membawa kombinasi spesifikasi yang cukup unik, terutama karena menggunakan chipset MediaTek Helio G99 yang tergolong bukan prosesor baru.
Di tengah perkembangan teknologi smartphone yang semakin cepat, keputusan Samsung mempertahankan chipset tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik untuk diperhatikan. Di sisi lain, Galaxy A18 justru dikabarkan menggunakan sistem operasi generasi terbaru, yakni Android 17 dengan antarmuka One UI 9.
Kombinasi antara hardware lama dan software terbaru membuat Galaxy A18 memiliki karakter yang berbeda dibandingkan smartphone baru pada umumnya.
Galaxy A18 Muncul di Geekbench
Informasi mengenai Samsung Galaxy A18 berasal dari kemunculan perangkat pada database Geekbench. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Galaxy A18 versi LTE tercatat memperoleh skor 744 untuk pengujian single-core dan 2.064 poin pada pengujian multi-core.
Angka tersebut memberikan gambaran awal mengenai kemampuan pemrosesan perangkat. Namun, skor benchmark tidak selalu mencerminkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan karena performa smartphone juga dipengaruhi optimasi software, kapasitas RAM, serta aplikasi yang dijalankan.
Hal yang lebih menarik justru terlihat dari komponen yang digunakan Samsung pada perangkat tersebut.
Masih Mengandalkan MediaTek Helio G99
Samsung Galaxy A18 versi 4G disebut menggunakan MediaTek Helio G99. Chipset ini pertama kali diperkenalkan MediaTek pada 2022 dan sebelumnya telah digunakan pada sejumlah perangkat Galaxy A Series, termasuk Galaxy A15, Galaxy A16, hingga Galaxy A17 versi LTE.
Helio G99 diproduksi menggunakan proses fabrikasi 6 nanometer dengan konfigurasi delapan inti. Chip tersebut memiliki dua core Cortex-A76 dengan kecepatan hingga 2,2 GHz dan enam core Cortex-A55 yang bekerja hingga 2,0 GHz.
Untuk pengolahan grafis, Helio G99 mengandalkan GPU Mali-G57 MC2.
Penggunaan chipset tersebut menunjukkan bahwa Galaxy A18 kemungkinan tetap diarahkan untuk pengguna yang mengutamakan kebutuhan dasar. Samsung tampaknya tidak mengejar performa tinggi, melainkan mempertahankan konfigurasi yang sudah digunakan pada generasi sebelumnya.
RAM 4GB Jadi Salah Satu Batasannya
Selain chipset, kapasitas RAM Galaxy A18 juga menjadi perhatian. Data Geekbench menunjukkan perangkat tersebut menggunakan RAM 4GB.
Kapasitas tersebut saat ini tergolong terbatas jika dibandingkan dengan banyak smartphone baru yang menawarkan RAM lebih besar. Meski demikian, RAM 4GB masih dapat digunakan untuk aktivitas dasar seperti komunikasi, media sosial, browsing, dan aplikasi ringan.
Keputusan mempertahankan kapasitas RAM tersebut kemungkinan berkaitan dengan biaya produksi. Harga komponen memori disebut mengalami tekanan akibat meningkatnya kebutuhan industri terhadap komponen yang berkaitan dengan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Bagi Samsung, penggunaan RAM yang lebih terbatas dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga perangkat entry-level tetap berada pada segmen harga yang terjangkau.
Android 17 dan One UI 9 Jadi Daya Tarik Utama
Jika sektor hardware Galaxy A18 terkesan konservatif, bagian software justru menjadi salah satu kejutan terbesar.
Perangkat tersebut terdeteksi sedang diuji menggunakan Android 17 dengan antarmuka One UI 9. Informasi ini menarik karena One UI 9 pada saat yang sama masih dalam tahap pengujian terbatas pada perangkat flagship Samsung Galaxy S26 series.
Kehadiran software generasi terbaru pada perangkat entry-level dapat menjadi nilai tambah tersendiri. Sistem operasi yang lebih baru berpotensi memberikan dukungan fitur serta pengalaman penggunaan yang lebih relevan ketika perangkat resmi beredar.
Namun, kualitas pengalaman tersebut nantinya tetap bergantung pada bagaimana Samsung mengoptimalkan sistem operasi untuk hardware dengan RAM 4GB dan chipset Helio G99.
Cocok untuk Kebutuhan Dasar
Dengan konfigurasi yang terungkap sejauh ini, Galaxy A18 tampaknya lebih cocok bagi pengguna dengan kebutuhan smartphone sederhana.
Aktivitas seperti melakukan panggilan, mengirim pesan, membuka media sosial, browsing, serta menggunakan aplikasi sehari-hari kemungkinan masih dapat ditangani dengan baik selama beban penggunaan tidak terlalu berat.
Sebaliknya, pengguna yang membutuhkan kemampuan multitasking tinggi atau ingin memainkan gim dengan grafis berat sebaiknya tidak terlalu mengharapkan performa setara perangkat kelas menengah.
Kombinasi Helio G99 dan RAM 4GB memang dapat menjalankan berbagai aktivitas dasar, tetapi keterbatasan hardware berpotensi terasa ketika banyak aplikasi digunakan secara bersamaan atau ketika perangkat menjalankan aplikasi yang membutuhkan sumber daya besar.
Galaxy A18 5G Bisa Membawa Chipset Berbeda
Selain varian LTE, Samsung juga disebut sedang menyiapkan Galaxy A18 5G.
Menariknya, versi 5G tersebut diperkirakan tidak menggunakan konfigurasi yang sama dengan Galaxy A18 4G. Bocoran sebelumnya mengindikasikan bahwa Galaxy A18 5G kemungkinan mengandalkan chipset Snapdragon dari Qualcomm.
Jika informasi tersebut benar, terdapat perbedaan strategi yang cukup jelas antara model 4G dan 5G. Galaxy A18 LTE lebih menekankan penggunaan komponen yang sudah tersedia, sedangkan versi 5G berpotensi membawa platform pemrosesan yang berbeda.
Meski demikian, detail chipset Galaxy A18 5G masih belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.
Jadwal Peluncuran dan Harga Belum Terungkap
Samsung belum mengungkap secara resmi detail mengenai desain, kamera, kapasitas baterai, maupun harga Galaxy A18. Karena itu, informasi mengenai perangkat ini masih perlu diperlakukan sebagai bocoran sampai perusahaan memberikan konfirmasi.
Galaxy A18 diperkirakan dapat diperkenalkan pada akhir kuartal ketiga atau kuartal keempat. Waktu tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan pola peluncuran Samsung dan belum menjadi jadwal resmi.
Kemunculan Galaxy A18 di Geekbench setidaknya memberikan gambaran awal mengenai strategi Samsung untuk segmen entry-level. Perusahaan tampaknya masih mempertahankan hardware yang relatif sederhana, tetapi mencoba memberikan pembaruan melalui perangkat lunak yang lebih baru.
Pada akhirnya, daya tarik Galaxy A18 akan sangat bergantung pada harga jual dan optimasi sistem ketika resmi dipasarkan. Jika Samsung mampu menawarkan harga kompetitif dengan pengalaman penggunaan yang stabil, kombinasi hardware lama dan software terbaru tersebut masih berpotensi menarik bagi konsumen yang membutuhkan smartphone untuk aktivitas harian.
Baca Juga:
- TECNO Megapad 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Layar 2.5K dan Baterai 8.200 mAh
- Rekomendasi Laptop OLED Baterai Awet: Apakah Zenbook 14 Worth It untuk Harian?










