Samsung Galaxy Watch 9 Resmi Meluncur, Andalkan Galaxy AI, Snapdragon Wear Elite, dan Fitur Kesehatan Lebih Cerdas
Pelitadigital.com – Samsung kembali memperkuat lini perangkat wearable premium dengan menghadirkan Samsung Galaxy Watch 9 dalam ajang Galaxy Unpacked 2026 yang digelar di London, Inggris. Smartwatch terbaru ini hadir sebagai penerus Galaxy Watch 8 dengan membawa peningkatan pada sektor performa, kesehatan, desain, hingga kecerdasan buatan (AI).
Tidak hanya mempertahankan identitas desainnya, Galaxy Watch 9 juga menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih personal melalui sederet fitur kesehatan berbasis Galaxy AI. Perangkat ini dirancang bukan sekadar sebagai pendamping olahraga, tetapi juga membantu pengguna memantau kondisi tubuh secara lebih proaktif dalam aktivitas sehari-hari.
Samsung Galaxy Watch 9 Hadir dengan Desain Lebih Tipis dan Ringan
Secara tampilan, Samsung masih mempertahankan desain khas berbentuk squircle yang dipadukan dengan layar melingkar. Konsep ini menjadi ciri khas seri Galaxy Watch dalam beberapa generasi terakhir.
Meski begitu, Samsung melakukan sejumlah penyempurnaan pada bodinya. Galaxy Watch 9 kini tampil lebih ramping dengan bobot sekitar 17 persen lebih ringan dibanding pendahulunya. Perubahan tersebut dipadukan dengan strap baru yang diklaim lebih nyaman digunakan sepanjang hari, baik saat bekerja maupun berolahraga.
Smartwatch ini tersedia dalam dua pilihan ukuran, yakni 40 mm dan 44 mm.
Layar Super AMOLED Lebih Terang hingga 3.000 Nits
Samsung membekali Galaxy Watch 9 dengan panel Super AMOLED yang memiliki tingkat kecerahan maksimum hingga 3.000 nits.
Kecerahan tinggi tersebut membuat tampilan layar tetap mudah dibaca meski berada di bawah sinar matahari langsung. Pengguna dapat dengan nyaman melihat notifikasi, data kesehatan, navigasi olahraga, hingga menjalankan berbagai aplikasi tanpa kendala visibilitas.
Snapdragon Wear Elite Jadi Mesin Baru Galaxy Watch 9
Salah satu pembaruan terbesar pada Galaxy Watch 9 adalah penggunaan chipset Snapdragon Wear Elite buatan Qualcomm.
Chip ini menggantikan Exynos W1000 yang digunakan pada Galaxy Watch 8. Kehadiran prosesor terbaru tersebut diklaim mampu meningkatkan performa secara signifikan, mulai dari perpindahan aplikasi yang lebih cepat, animasi yang lebih halus, hingga efisiensi daya yang lebih baik.
Selain memberikan pengalaman penggunaan yang lebih responsif, chipset baru ini juga membantu meningkatkan akurasi pembacaan sensor kesehatan dan aktivitas pengguna.
Baterai Lebih Besar untuk Penggunaan Lebih Lama
Samsung juga meningkatkan kapasitas baterai pada Galaxy Watch 9, terutama untuk model berukuran 40 mm.
Varian tersebut kini dibekali baterai berkapasitas 390 mAh, meningkat sekitar 20 persen dibanding Galaxy Watch 8 yang hanya mengusung baterai 325 mAh.
Sementara itu, kapasitas baterai untuk model 44 mm belum diumumkan secara rinci. Meski demikian, kombinasi baterai yang lebih besar dengan efisiensi Snapdragon Wear Elite diklaim mampu memperpanjang masa pakai perangkat dalam penggunaan sehari-hari.
Empat Fitur Kesehatan Baru Berbasis Galaxy AI
Samsung menjadikan sektor kesehatan sebagai fokus utama pada Galaxy Watch 9. Untuk pertama kalinya, perusahaan menghadirkan empat fitur eksklusif berbasis Galaxy AI yang juga tersedia pada Galaxy Watch Ultra 2.
Keempat fitur tersebut dirancang agar smartwatch tidak hanya memberikan laporan setelah aktivitas selesai, tetapi juga mampu memberikan peringatan sebelum pengguna memulai aktivitas.
1. Vitals
Vitals merupakan sistem pemantauan kesehatan yang bekerja sebagai peringatan dini terhadap perubahan kondisi tubuh.
Fitur ini mempelajari kondisi dasar tubuh pengguna selama sekitar tujuh malam sebelum mulai melakukan pemantauan secara otomatis.
Setelah proses tersebut selesai, Galaxy Watch 9 akan mengawasi lima indikator utama, yaitu:
- Detak jantung
- Variabilitas detak jantung (HRV)
- Kadar oksigen dalam darah (SpO2)
- Suhu kulit
- Laju pernapasan
Jika ditemukan perubahan yang dianggap tidak normal dibanding kondisi dasar pengguna, smartwatch akan memberikan notifikasi beserta rekomendasi, misalnya menyarankan pengguna beristirahat atau mengurangi intensitas olahraga.
Samsung menegaskan bahwa fitur ini bersifat preventif dan bukan alat diagnosis medis.
2. Heart Health Score
Heart Health Score memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan jantung pengguna.
Penilaiannya dihitung dari berbagai parameter, antara lain:
- Indeks Massa Tubuh (BMI)
- Durasi tidur selama tujuh hari terakhir
- Aktivitas fisik mingguan
- Vascular Load saat tidur
- Data baseline pengguna
Seluruh data tersebut kemudian dirangkum menjadi skor kesehatan yang memudahkan pengguna memahami kondisi jantungnya sekaligus memperoleh rekomendasi yang lebih personal.
3. Daily Cardio Load
Bagi pengguna yang rutin berolahraga, terutama pelari, Samsung menghadirkan Daily Cardio Load.
Fitur ini menghitung beban latihan harian berdasarkan beberapa faktor, seperti:
- Intensitas latihan
- Beban latihan maksimum
- Detak jantung secara real-time
- Progres aktivitas harian
Dari hasil analisis tersebut, Galaxy Watch 9 akan menentukan apakah latihan yang dilakukan masih berada pada tingkat ideal atau justru berlebihan.
Jika pengguna mengalami overtraining, smartwatch akan menyarankan waktu istirahat. Sebaliknya, apabila aktivitas fisik dinilai masih kurang, perangkat akan memberikan motivasi untuk meningkatkan intensitas latihan.
Samsung menyebut fitur ini akan memberikan hasil yang lebih akurat setelah perangkat digunakan secara konsisten selama beberapa minggu.
4. Fitness Index
Fitur terakhir adalah Fitness Index yang berfungsi memberikan skor kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Perhitungan skor dilakukan menggunakan beberapa indikator penting, meliputi:
- VO2 Max
- Detak jantung
- Jumlah langkah harian
- Durasi aktivitas fisik
Menariknya, pengguna juga dapat menentukan target olahraga tertentu, misalnya meningkatkan performa lari. Setelah itu Galaxy Watch 9 akan memberikan rekomendasi latihan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh agar target tersebut lebih mudah dicapai.
Raise to Talk, Berinteraksi dengan Gemini Tanpa Menyentuh Layar
Selain peningkatan di sektor kesehatan, Samsung juga memperkenalkan fitur AI terbaru bernama Raise to Talk.
Fitur ini memungkinkan pengguna langsung berbicara dengan Google Gemini hanya dengan mengangkat pergelangan tangan, tanpa perlu menyentuh layar ataupun menekan tombol.
Gemini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- Membaca dan mengecek pesan
- Mengatur jadwal
- Mengontrol pemutaran musik
- Mencari informasi
- Menjalankan berbagai perintah suara
Samsung menyebut pengalaman tersebut sebagai On-Wrist Intelligence, yaitu interaksi AI yang lebih alami langsung dari pergelangan tangan pengguna.
Harga Samsung Galaxy Watch 9 di Indonesia
Samsung telah membuka masa pre-order Galaxy Watch 9 di Indonesia mulai 22 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Berikut daftar harganya:
- Galaxy Watch 9 40 mm: Rp5.999.000
- Galaxy Watch 9 44 mm: Rp6.499.000
Selama periode pre-order, Samsung juga menawarkan berbagai promo menarik, di antaranya:
- Diskon trade-in hingga Rp6,1 juta.
- Cashback hingga Rp2,8 juta untuk pembelian bersama Galaxy Z Fold 8 Series.
- Gratis metal band.
- Langganan Strava gratis selama 60 hari.
Kesimpulan
Samsung Galaxy Watch 9 membawa peningkatan yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya. Performa yang lebih cepat berkat Snapdragon Wear Elite, desain yang lebih ringan, layar dengan tingkat kecerahan tinggi, serta empat fitur kesehatan berbasis Galaxy AI menjadi daya tarik utama smartwatch ini.
Kehadiran fitur seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index menunjukkan bahwa Galaxy Watch 9 tidak hanya berfungsi sebagai pelacak aktivitas, tetapi juga sebagai perangkat pendukung gaya hidup sehat yang mampu memberikan rekomendasi secara lebih personal. Ditambah fitur Raise to Talk dengan Google Gemini, smartwatch terbaru Samsung ini menawarkan pengalaman penggunaan yang semakin praktis dan cerdas.
Baca Juga:







