Pelitadigital.com – Seiring dengan kemajuan teknologi dan lahirnya berbagai media sosial modern seperti Facebook dan Instagram, nama Friendster mungkin terasa seperti kenangan yang tenggelam dalam masa lalu.

Namun, kabar terbaru mencuat bahwa Friendster bersiap untuk membuat kehadiran dramatis dalam era baru yang dipersonalisasi dengan tagline “A NEW ERA OF PERSONALIZED NETWORKING.” Mari kita kembali mengingat sejarah Friendster dan apa yang membuatnya istimewa.

 

Apa itu Friendster?

 

Friendster adalah salah satu media sosial pionir yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sebelum kehadiran Facebook dan Instagram. Dibuat pada tahun 2002 oleh Jonathan Abrams, seorang programmer asal Kanada, Friendster menjadi langganan para anak muda pada masanya.

Pengguna dapat berbagi foto, video, dan komentar dengan teman-teman yang di-add sebagai friend. Pada puncak kejayaannya, Friendster mencatat 37,1 juta pengguna aktif bulanan pada Juni 2008.

 

Sejarah Friendster

 

Friendster lahir dari pikiran Jonathan Abrams, seorang mantan insinyur perangkat lunak di sebuah perusahaan telepon di Kanada. Abrams ingin menciptakan platform media sosial yang memungkinkan pengguna membuat halaman profil pribadi. \

Pada tahun 2002, Friendster diluncurkan dan mampu mendapatkan 3 juta pengguna dalam beberapa bulan. Puncak kepopulerannya terjadi ketika memiliki 115 juta pengguna, terutama dari Asia.

Baca Juga :   Sarkari Naukri vs. Private Jobs And Making the Right Career Choice

 

Persaingan dengan Kompetitor

 

Meskipun Friendster tumbuh pesat, persaingan dengan kompetitor segera muncul. Ringo.com dan Orkut adalah beberapa pesaing kuat, namun MySpace pada tahun 2003 menjadi lawan yang lebih tangguh.

Friendster terus berinovasi dengan pendanaan mencapai lebih dari 50 juta dollar AS pada tahun 2003, tetapi sayangnya, beberapa ide pengembangan seperti Friendster College tidak berhasil.

 

Friendster Gulung Tikar

 

Kejayaan Friendster terhenti akibat berbagai faktor. Perkembangan teknologi yang terhambat, kurangnya fokus investor pada perbaikan layanan, dan persaingan sengit dengan Facebook dan MySpace menyebabkan Friendster kehilangan pangsa pasar.

Pada 2009, Friendster dijual kepada MOL Global seharga 40 juta dollar AS. Facebook membeli seluruh portofolio dan hak paten Friendster, dan akhirnya, Friendster resmi tutup pada 2015.

 

Kesimpulan

 

Meskipun Friendster mengakhiri perjalanannya pada 2015, kabar tentang kemunculannya kembali dengan tagline “A NEW ERA OF PERSONALIZED NETWORKING” mengundang nostalgia bagi mereka yang pernah menjadi pengguna setia.

Sejarah Friendster, dari kejayaan hingga akhirnya gulung tikar, menciptakan warisan unik dalam perkembangan media sosial.

Apakah Friendster akan berhasil meraih kembali hati pengguna di era yang telah berubah drastis? Kita tunggu dan saksikan bersama.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *