Digital marketing adalah profesi yang banyak digandrungi saat ini. Ya, karena begitu banyak bisnis yang membutuhkannya di dunia digital saat ini. Agar bisa bersaing, kamu membutuhkan portofolio yang solid. Jika kamu tidak tahu cara membuat portofolio digital marketing, kamu berada di tempat yang tepat.

Karena pada artikel ini , kami akan mebagikan tips membuat portofolio digital marketing yang mudah. khusus bagi pemula yang ingin berbisnis dalam bidang pemasaran digital. Simak baik baik di bawah ini:

Cara Membuat portofolio digital marketing

1. Kumpulkan proyek

Langkah pertama adalah mengumpulkan karya atau proyek yang berhubungan langsung dengan posisi yang kamu lamar. Jangan sertakan proyek yang tidak relevan. Jika kamu tertarik dengan pemasaran digital, kumpulkan pekerjaan dalam bentuk pembuatan konten, kampanye iklan, analisis pasar, dan lainnya.

Ini adalah cara yang bagus untuk meyakinkan perekrut bahwa kamu memiliki kualifikasi dan keterampilan yang tepat setelah diterima. Setelah kamu mengumpulkannya, kamu bisa mencoba mengelompokkan setiap proyek atau pekerjaan ke dalam kategori yang sama.

Misalnya, pekerjaan menulis posting blog atau email newsletter juga bisa dimasukkan ke dalam kategori penulisan konten.

2. Penyediaan informasi pribadi

Sama seperti resume, kamu harus memperkenalkan diri kamu di awal portofolio pemasaran digital kamu. Hal ini memungkinkan perekrut untuk segera melihat portofolio siapa yang mereka baca. Bagian ini dapat mencakup informasi seperti nama lengkap kamu, deskripsi singkat tentang diri kamu, dan foto profesional.

Jika kamu memiliki pengalaman kerja sebelumnya, kamu juga bisa menyertakan timeline masa kerja kamu dan deskripsi singkat tentang tanggung jawab kamu di posisi tersebut.

3. Soroti keahlian kamu

Setelah mendeskripsikan diri kamu, kamu juga bisa menambahkan informasi mengenai keahlian yang kamu miliki, seperti hard skill, soft skill, dan tools yang pernah dipelajari.

Pisahkan setiap kategori keahlian secara tertulis dan gunakan poin-poin untuk mengidentifikasi setiap keahlian dengan jelas. Menggunakan ikon dan gambar yang relevan dapat membuat halaman kamu terlihat lebih menarik dan tidak berlebihan.

4. Menampilkan setiap proyek dengan jelas

Lihat tangkapan layar dari pekerjaan dan proyek yang telah dikumpulkan sebelumnya secara instan. Jika kamu membuat portofolio PDF atau PowerPoint, kamu harus menyertakan 3-4 gambar per halaman.

Selain itu, pastikan gambar kamu tidak terlalu kecil untuk dibaca oleh perekrut. Dengan begitu, meskipun kamu memasukkan 5 karya atau lebih, portofolio kamu akan terlihat jelas dan menarik.

Selain itu, menurut The Balance Money, perekrut juga bisa memberikan tautan ke proyek dan karya jika mereka bisa melihat karya aslinya secara langsung.

5. Cantumkan sertifikasi dan pencapaian kamu

Portofolio pemasaran digital tidak lengkap tanpa rekam jejak dan sertifikasi. Pencapaian yang bisa kamu tuliskan bisa berupa tujuan terukur yang harus kamu capai di pekerjaan sebelumnya.

Selain itu, kamu juga bisa menyertakan sertifikasi seperti pelatihan formal dan informal yang pernah diikuti. Akan lebih baik lagi jika kamu dapat memberikan tautan ke sertifikasi yang akan ditampilkan. kamu juga dapat memberikan informasi deskriptif tentang sertifikasi dan pencapaian tersebut jika diperlukan, yang dapat membantu.

6. Terakhir, masukkan informasi kontak kamu

Untuk mengakhiri portofolio kamu, kamu bisa memberikan ajakan untuk bertindak atau kalimat singkat yang mudah diingat.

kamu kemudian dapat memasukkan informasi kontak aktif kamu. Ini biasanya mencakup nomor telepon atau WhatsApp, alamat email, dan LinkedIn. Kamu juga bisa menyertakan akun media sosial kamu jika kamu memiliki portofolio media sosial. Nah, itulah tadi portofolio digital marketing. Semoga bermanfaat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *