Kerjasama dengan brand adalah salah satu cara blogger untuk memonetasi blognya. Bentuknya biasanya brand atau pemberi job menyesponsori (membayar) artikel yang terbit di sebuah blog.

Bisa berupa blogger yang menulis artikelnya sesuai dengan ketentuan dari brand, yang biasanya disebut dengan sponsored post. Artikel disediakan oleh brand dan blogger tinggal publish, biasanya disebut content placement. Atau brand memasang link pada artikel yang sudah ada di blog kita, disebut link placement.

Ketika brand melakukan link building mereka lebih suka melakukan content placement. Dimana artikelnya sudah disediakan oleh mereka. Karena prosesnya lebih cepat dibanding jika si blogger sendiri yang menulis artikelnya.

Sayang sekali seringkali artikel content placement dari brand kualitasnya jelek. Dari pengalaman saya, brand atau agency yang mewakili brand, menyiapkan budget yang kecil untuk artikel. Sehingga artikel yang mereka beli dari jasa penulisan artikel biasanya kualitasnya jelek.

Kemungkinan hal itu dilakukan untuk menekan biaya dan menghemat waktu, karena artikel berkualitas membutuhkan biaya lebih tinggi dan waktu pengerjaan yang lebih lama. Saya juga pernah menangani klien, baik secara langsung maupun lewat perantara SEO agency, yang minta link building dan memang susah dinego agar memberi budget lebih untuk artikel.

Saya pribadi tidak menyukai ketika mendapatkan artikel content placement yang jelek. Karena biasanya kurang memberi manfaat pada pembaca. Tapi mau tidak mau saya hanya bisa menerima karena soal kualitas artikel ini sulit dinego.

Artikel yang jelek juga membuat risih jika sedang mendapat banyak job sponsored post dan belum sempat menyelinginya dengan tulisan organik. Dikhawatirkan bisa membuat orang yang mengunjungi blog kita tidak nyaman.

Pembaca sendiri menurut saya mungkin kurang menyukai artikel yang disponsori. Karena ditulis bukan untuk mereka tapi untuk kepentingan brand. Saya melihat ratusan artikel content placement dan jarang sekali ada artikel yang saya menikmati dan menyukai untuk membacanya.

Mungkin banyak blogger yang sebal karena di satu sisi ingin mendapatkan penghasilan, namun di sisi lain job yang datang artikelnya berkualitas rendah. Tapi mereka hanya bisa menerima.

Saya pernah meminta artikel yang lebih baik dari brand dan mereka tidak jadi content placement di blog saya. Mereka mempunyai database ratusan blog sehingga cepat move on ke blog lain ketika mendapatkan penolakan dari blogger.

Saya berpikir bagaimana caranya tetap mendapatkan job content placement, tapi artikel yang diberikan jadi lebih bagus kualitasnya?

Jika deadline job panjang dan kita punya waktu sebaiknya minta ijin pada brand untuk menulis sendiri artikelnya. Atau menulis ulang artikel yang mereka berikan.

Namun jika deadline pendek saya menyarankan untuk minta ijin pada brand publish artikel apa adanya. Dan sampaikan setelah itu akan diperbaiki tanpa merubah anchor text dan url backlink. Biasanya, brand mengijinkan.

Tujuan memperbaiki artikel adalah agar artikel lebih enak dibaca dan lebih bermanfaat bagi pembaca. Dari sisi brand juga diuntungkan karena dengan artikel yang bagus reputasi brand di mata pembaca tetap terjaga. Selain itu reputasi dan brand blog kita tetap bagus.

Terakhir, yang pusing adalah saat mendapat tawaran job yang artikelnya selain jelek juga tidak sesuai dengan niche blog tapi sedang sangat butuh uangnya. Maka sebisa mungkin edit dan kaitkan artikelnya dengan niche blog.

Misalnya saya mempunya blog niche kucing, dan mendapatkan job content placement dengan artikel bertema wisata, mobil, game online, dan cat tembok. Saya bisa mengedit artikelnya sehingga bertema hotel yang cat friendly atau cara berwisata sambil membawa kucing, memilih jok mobil yang aman  dari cakaran kucing, game online bertema kucing, dan menghias tembok rumah dengan gambar kucing memakai cat tembok merk tertentu.

Kalau kalian, bagaimana menyikapi dan cara mengakali artikel content placement yang jelek?

 

Baca Juga :

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *